Agrowisata kebun buah jambu kristal organik dan jambu air berada di Wates, Desa Plosokerep, Kecamatan Karangmalang. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, hanya sekitar 5 kilometer. Selain itu, juga berada tidak jauh dari wahana wisata Ndayu Park. Sedangkan lokasinya bisa ditemukan dengan mudah lewat aplikasi google map.
Lahan ini berdiri di lahan seluas 1 hektare. Lalu ditanami tanaman jambu kristal sekira 700 pohon dan puluhan pohon jambu air. Kebun jambu organik ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00.
Tiket masuk pun dirasa sangat terjangkau, hanya Rp 10 ribu per orang. Pengunjung bisa menikmati jambu sepuasnya. Tidak hanya itu para pengunjung bisa juga berfoto selfie. Sebelumnya tersedia juga kolam renang untuk anak. Namun sekarang digunakan untuk budidaya ikan.
Lahan tersebut merupakan lahan pribadi milik Mardi, 55, warga desa Plosokerep. Mardi sudah merintis wisata kebun jambu kristal ini sejak 2016. Dia membuat konsep kebun buah sekaligus objek wisata yang ramah bagi anak dan keluarga.
Ditemui di lokasi kebun jambu miliknya, Mardi menyampaikan, usaha kebun buah jambu kristal dan jambu air telah dia geluti selama puluhan tahun. Dia punya angan-angan di Kabupaten Sragen mempunyai kebun buah yang bisa digunakan untuk wisata. Agar tidak kalah bersaing dengan kabupaten lainnya.
”Awalnya ingin agar Sragen ada kebun jambu, supaya masyarakat Sragen kalau ingin berwisata ke kebun jambu tidak usah jauh-jauh ke Ngargoyoso, Karanganyar. Soalnya di Sragen juga sudah ada,” ujar Mardi.
Dia menambahkan, dengan adanya jambu kristal, bisa menjadi tempat rekreasi yang murah dan sehat bagi warga Sragen. ”Pengunjung bayar nanti bisa makan sepuasnya di dalam. Kalau mau petik untuk bawa pulang juga bisa, per kilogram Rp 15 ribu,” terangnya.
Selain untuk wisata, produksi jambu dari kebunnya juga dijual ke luar Sragen. Seperti di wilayah Solo, Boyolali, hingga Purwodadi. Sementara salah satu pengunjung, Dwi Prihatin, 25, warga Sesa Bukuran, Kecamatan Kalijambe menuturkan akses mencari wisata kebun jambu ini cukup mudah. Dia datang bersama anak dan suami.
”Nggak jauh dan tempatnya luas. Pengunjung bisa milih dan petik jambu sendiri bahkan bisa makan sepuasnya di sini,” ujarnya. (din/adi/dam) Editor : Damianus Bram