Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Permodalan Kuat, BRI bagi Dividen Optimal dalam 4 Tahun ke Depan

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 23 Mei 2023 | 22:55 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso menyebut hingga Maret 2023, capital adequacy ratio atau rasio permodalan BRI tercatat mencapai sebesar 24,9 persen. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan Basel III, yakni 17 persen. (DOK.BRI)
Direktur Utama BRI Sunarso menyebut hingga Maret 2023, capital adequacy ratio atau rasio permodalan BRI tercatat mencapai sebesar 24,9 persen. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan Basel III, yakni 17 persen. (DOK.BRI)
RADARSOLO.COM–Kondisi fundamental kinerja yang kuat membuat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mampu membagikan dividen jumbo, bahkan hingga empat tahun ke depan. Hal ini dipengaruhi oleh permodalan kuat yang dimiliki oleh perseroan atau emiten bersandi BBRI tersebut.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, hingga Maret 2023, capital adequacy ratio (CAR) atau rasio permodalan BRI tercatat mencapai sebesar 24,9 persen. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan Basel III, yakni 17 persen.

Menurutnya, apabila setiap tahun rasio permodalan BRI berkurang 2 persen untuk tumbuh, maka artinya perusahaan masih memiliki ruang untuk tidak menahan laba guna mempertebal permodalan hingga empat tahun ke depan. Sehingga laba BRI pun dapat digunakan untuk pembagian dividen kepada pemegang saham.

“Berapa pun labanya harus dibagi dalam bentuk dividen,” kata Sunarso dalam Webinar Investalk Series, Kamis (11/5/2023).

Seperti diketahui, dari laba bersih yang dikantongi BRI sepanjang 2022 yang mencapai senilai Rp51,4 triliun, sebesar 85 persen di antaranya atau Rp 43,94 triliun dibagikan dalam bentuk dividen.

Kemudian jika menilik pembagian dividen tahun sebelumnya, BRI membagikan dividen tunai tahun buku 2021 kepada pemegang saham sebesar Rp 26,4 triliun atau sekurang-kurangnya Rp 174,23 per lembar saham. Jumlah ini setara 85 persen dari total laba BRI.

Sunarso menambahkan, dengan rasio permodalan yang kuat, BRI berhasil mencatat tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) mencapai 3,28 persen dan tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE) sebesar 21,18 persen. BRI pun tercatat sebagai bank yang memiliki modal besar yang mampu mengoptimalkan modal tersebut untuk mendulang laba.

Kinerja perseroan yang semakin baik ini juga dibuktikan dari kinerja positif di kuartal I tahun 2023, BRI mengantongi laba bersih senilai Rp 15,56 triliun, naik 27,43 persen year on year (yoy). Laba bersih bank pelat merah yang fokus pada segmen UMKM ini terdorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang sebesar 7,79 persen yoy menjadi Rp 32,77 triliun.

Selain itu, laba BRI juga didorong oleh pertumbuhan pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang naik 11,42 persen yoy menjadi Rp 5,07 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan pendapatan itu diikuti dengan efisiensi yang dilakukan BRI. Hal ini terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun dari 68,26 persen per kuartal I/2022 menjadi 64,47 persen pada triwulan pertama tahun ini.

Adapun total kredit yang disalurkan bank mencapai Rp 1.180,1 triliun per kuartal I/2023, naik 9,7 persen yoy. Aset bank pun naik 10,46 persen yoy menjadi Rp 1.822,97 triliun. Pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) bank senilai Rp 1.255,45 triliun, naik 11,44 persen yoy. Bila dirinci, dana murah atau current account savings account (CASA) BRI naik 13,01 persen yoy menjadi Rp 810,09 triliun. (*/wa)

 

  Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #Dividen BRI #Kinerja BRI #BBRI #Laba BRI