Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

550 Anak Muda Ikuti Seleksi Magang ke Jepang, Ganjar: Dari Luar Jawa Tengah Boleh Ikut

Syahaamah Fikria • Selasa, 13 Juni 2023 | 04:38 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat penyerahan keputusan pengangkatan kepala sekolah dan pengarahan kepala SMAN, SMKN, SLBN lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor gubernur Jateng di Semarang, Selasa (12/7).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat penyerahan keputusan pengangkatan kepala sekolah dan pengarahan kepala SMAN, SMKN, SLBN lingkungan Pemprov Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor gubernur Jateng di Semarang, Selasa (12/7).
RADARSOLO.COM – Seleksi magang ke Jepang tahun 2023 yang digelar Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah diikuti 550 peserta, bahkan di antaranya berasal dari luar Jateng. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun terpukau dengan semangat mereka, apalagi para peserta pun telah menyiapkan diri dengan belajar bahasa Jepang.

“Di sini ada yang sudah belajar bahasa Jepang? Coba sini maju yang berani memperkenalkan diri,” ucap Ganjar menantang para peserta tes seleksi magang Jepang tahun 2023 di halaman kantor Disnakertrans Jateng, Senin (12/6).

Mendengar tantangan itu, salah seorang peserta yang diketahui bernama Muhammad Patrik Sianturi, langsung mengangkat tangan. Di hadapan Ganjar, Direktur IM Japan perwakilan Jakarta Akasaka dan peserta lain, Patrik memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang.

Dari perkenalan itu, diketahui jika Patrik berasal dari Lampung. “Tadi kamu kok bilang Lampung, aslimu sana? Kok daftarnya di sini?” tanya Ganjar.

“Iya Pak, dibantu LPK Lampung untuk daftar di sini. Karena di sana tidak ada informasi (magang Jepang),” ujar Patrik.

Ganjar mengapresiasi semangat Patrik yang rela jauh-jauh ke Jawa Tengah untuk mengikuti program magang ke Jepang. Ganjar berpesan agar Patrik berlatih kedisiplinan dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya selama magang di Jepang.

“Sudah banyak program yang kita lakukan dan di Jepang sudah berkali-kali dari Kemenaker hadir, dari pihak Jepang hadir, terus kemudian dari disnaker kita baik provinsi maupun kota, coba fasilitasi anak-anak kita,” ucap Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu mengatakan, program ini memberikan kesempatan bagi para lulusan SMK, khususnya di Jateng untuk bisa menambah ilmu dan pengalaman.

“Kami mencoba membuka ruang seluas-luasnya agar anak-anak kita bisa bekerja di seluruh dunia. Sehingga serapan tenaga kerja kita, bisa kita carikan jalan-jalan untuk mereka bisa mendapatkan tempat yang baik dan tentu pengalamannya juga lebih baik,” katanya.

Program magang Jepang ini telah memberikan banyak manfaat, khususnya bagi warga Jawa Tengah. Ganjar mencontohkan seorang lulusan SMK asal Banyumas bernama Samsi yang akhirnya memutuskan untuk pulang Indonesia, setelah tiga tahun mengikuti program ini.

Bahkan tak hanya Samsi, beberapa peserta akhirnya juga pulang ke daerah asal untuk membuka usaha sendiri setelah mendapatkan pengalaman kerja dan modal untuk membuka usaha. Namun, tidak sedikit yang tetap tinggal di Jepang untuk melanjutkan karirnya.

“Rata-rata yang mereka punya pengalaman luar nilai tambahnya banyak sekali, inilah cara kami mendorong anak-anak kita agar dalam usia-usia kerja ini betul-betul mereka bisa mendapatkan kesempatan itu,” sambungnya.

Pendaftaran program magang ke Jepang 2023 telah dimulai sejak 13 Februari hingga 2 Juni. Tahap tes seleksi berlangsung selama lima hari, mulai 12 Juni hingga 16 Juni. Bagi peserta yang lolos, akan berkesempatan bekerja di Jepang dengan durasi magang minimal 3 tahun.

Tak kalah dengan Patrik, peserta seleksi magang ke Jepang, Rahmat Andrian juga sangat bersemangat mengikuti program tersebut. Lulusan Madrasah Aliyah di Demak itu sangat berharap bisa lolos seleksi dan mendapat kesempatan bekerja ke Negeri Sakura.

“Program ini sangat membantu dan bisa menaikkan SDM terutama bagi anak-anak muda yang mau ke luar negeri bekerja dan menambah skill pengetahuan, seperti saya,” ucap dia.

Ya, program magang Jepang ini tak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK saja. Lulusan sekolah nonvokasi, seperti Madrasah Aliyah, juga bisa berpartisipasi. Peserta hanya menambahkan sertifikat keteknikan sebagai syarat pendaftaran.

Bahkan, program magang Jepang ini juga bisa diikuti peserta dari luar Provinsi Jateng. Peserta dari luar Jateng akan difasilitasi LPK-SO di bawah binaan Disnakertrans Jateng untuk bisa mengikuti seleksi, seperti halnya Patrik. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#Lulusan SMK #disnakertrans jateng #ganjar pranowo #magang ke jepang