Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kuota PPDB SMAN/SMKN Jateng 2023 Ditambah 7.920 Kursi, Ganjar: Skema dan Anggaran Siap

Syahaamah Fikria • Kamis, 15 Juni 2023 | 01:42 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan siswa, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di SMAN 1 Klaten, Rabu (13/7).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan siswa, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di SMAN 1 Klaten, Rabu (13/7).
RADARSOLO.COM - Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 untuk SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah ditambah sebanyak 220 rombongan belajar (rombel) atau 7.920 kursi. Penambahan ini guna menampung banyaknya lulusan SMP dan sederajat di tahun ini. Mengingat jumlah SMAN dan SMKN yang ada saat ini baru mampu menampung kurang dari separo lulusan SMP.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, jumlah lulusan SMP dan sederajat di tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu. Pihaknya pun berupaya agar lulusan SMP ini bisa tertampung di SMAN dan SMKN.

Penambahan kuota PPDB SMA dan SMKN tersebut sebagai wujud komitmen Ganjar dalam pemerataan akses pendidikan di Jawa Tengah. Selain itu, juga untuk penanggulangan kemiskinan melalui jalur prioritas pendidikan.

Dijelaskan Ganjar, sejumlah persiapan telah dilakukan, sehingga penambahan jumlah kursi tidak berdampak pada penyediaan anggaran untuk pembiayaan penambahan guru.

"Penambahan kuota PPDB diselaraskan dengan optimalisasi jumlah jam mengajar guru setiap minggunya, dengan tetap memerhatikan jumlah jam mengajar guru paling banyak 40 jam pelajaran (JPL) per minggu," kata Ganjar, Rabu (14/6).

Skema lain juga disiapkan agar tidak terjadi penambahan guru. Caranya, distribusi guru melalui pendekatan zonasi.

Selain itu, optimalisasi juga dilakukan dengan pemanfaatan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), kelas virtual, kelas jauh, maupun optimalisasi fasilitas yang telah tersedia.

"Poinnya adalah optimalisasi," ucap Ganjar.

Berdasarkan data, pada 2022, daya tampung PPDB SMA/K di Jateng adalah 217.781 kursi, dengan rincian 116.102 kursi untuk SMAN dan 101.679 kursi untuk SMKN.

Kemudian, untuk 2023, kuota ditambah menjadi 225.701 kursi. Rinciannya 122.222 kursi untuk SMAN dan 103.479 kursi untuk SMKN.

Menurut Ganjar, penambahan jumlah kursi tentu berdampak pada penyediaan anggaran BOP Pendidikan. Namun, antisipasi sudah disiapkan.

"Kondisi demikian (penambahan kursi) akan diformulasikan dengan anggaran yang telah dialokasikan untuk fungsi pendidikan," imbuhnya.

Pakar pendidikan sekaligus Rektor Universitas PGRI Semarang Dr Sri Suciati mengapresiasi langkah strategis Ganjar Pranowo dengan menambah kuota kursi pada PPDB tahun ini. Menurutnya, hal ini adalah upaya yang baik untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Jateng.

“Saya kira diniatkan agar akses pendidikan bagi anak usia SMA/SMK semakin luas,” kata dia.

Berbagai persiapan terkait penambahan kuota ini, imbuh Suciati, juga telah dilakukan dengan matang. Sebab, penambahan kuota sudah dibarengi dengan ketersediaan fasilitas serta sarana prasarana yang memadai. Termasuk dari tenaga pendidik. Ini menjadi bukti bahwa sistem dan pengelolaan pendidikan di Jateng terus mengalami kemajuan.

“Kalau memang sarprasnya cukup, gurunya juga cukup, maka ini sangat baik untuk perluasan akses pendidikan bagi anak-anak kita untuk berkesempatan sekolah di sekolah negeri,” tandas Suciati. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#ppdb #ppdb jawa tengah #PPDB SMAN/SMKN #ganjar pranowo #kuota PPDB SMAN/SMKN ditambah