Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Cuitan Denny Indrayana Dinilai Bukan Kritik, tapi Sampaikan Informasi Bohong

Syahaamah Fikria • Kamis, 22 Juni 2023 | 21:53 WIB
Denny Indrayana. (Instagram dennyindrayana99)
Denny Indrayana. (Instagram dennyindrayana99)
RADARSOLO.COM - Denny Indrayana belakangan ini kerap membuat cuitan heboh yang diklaimnya sebagai wujud speak up atau kritik kepada pemerintah. Mulai dari bocoran putusan MA tentang sistem pemilu yang ternyata berbeda dengan putusan resminya, cawe-cawe politik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terbaru, Denny menyebut KPK akan segera mentapkan bakal calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Formula E.

Pernyataan Denny ini pun telah ditepis KPK. Lembaga antirasuah menampik telah menggelar ekspos sebanyak 19 kali atas kasus dugaan korupsi Formula E, sebagaimana dilontarkan Denny Indrayana di akun media sosial Twitter.

Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, pernyataan Denny di media sosial bukan bentuk kritik terhadap pemerintah. Melainkan sudah masuk ke dalam kategori penyebaran informasi bohong alias hoax.

"Saya melihat bahwa apa yang dilakukan oleh Denny Indrayana ini sudah bukan lagi kritik, tapi lebih kepada memberikan informasi yang tidak pasti atau bahasanya memberikan informasi bohong alias hoax," kata Trubus, Kamis (22/6).

Sebab, pernyataan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) itu yang sebelumnya mengungkapkan Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan sistem pemilu proporsional tertutup tidak terbukti. MK dalam putusannya tetap menetapkan sistem pemilu proporsional terbuka

"Karena apa? Karena informasi yang pertama yang dia sampaikan terkait putusan MK tertutup terbuka saja itu sudah jelas beda putusannya," ujar Trubus, dilansir dari JawaPos.com.

Trubus menambahkan, ungkapan Denny Indrayana yang menyatakan Anies Baswedan akan ditersangkakan tengah membangun opini bahwa Anies dizalimi. Ia menduga, Denny bertujuan untuk membangun dan menaikkan citra Anies Baswedan menjelang Pemilu 2024.

"Tapi yang terkait dengan Pak Anies ini saya menduga memang keperluannya, awalnya dia sangat mendukung Anies sekali ya, kemudian dia belakangan malah menyatakan ada informasi mentersangkakan Anies, sebenarnya ingin membangun opini Anies itu dijegal. Jadi tujuannya untuk menaikkan citranya Anies," papar Trubus.

Oleh karena itu, Trubus meminta pemerintah secara tegas dapat melakukan penindakan. Ia berujar, sikap Denny tersebut tak jauh berbeda dengan Ratna Sarumpaet yang sempat menyampaikan informasi bohong menjelang Pemilu 2019 lalu.

"Dari sisi kebijakan publik agar pemerintah secara tegas informasi disampaikan yang bersangkutan, yang disampaikan itu opini pribadi tanpa data, menempatkan seolah dia sebagai orang yang tahu, menempatkan kepakarannya dia akademisi. Harusnya dia menjaga etika sebagai akademisi," cetus Trubus.

Diteketahui, Denny Indrayana sebelumnya menyebut KPK akan segera menetapkan Anies Baswedan sebagai tersangka. Bahkan, Denny mengungkapkan KPK telah menggelar ekspos sebanyak 19 kali untuk mentersangkakan Anies Baswedan.

"Setelah KPK 19 kali ekspose, ini pemecah rekor, seorang anggota DPR menyampaikan, Anies segera ditersangkakan. Semua komisioner sudah sepakat," ungkap Denny dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Rabu (21/6).

Denny menduga, perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK menjadi lima tahun, hingga 2024 nanti memang sengaja dilakukan.

"Makin terbaca, kenapa masa jabatan para pimpinan KPK diperpanjang MK satu tahun. Untuk menyelesaikan tugas memukul lawan-oposisi, dan merangkul kawan-koalisi, sesuai pesanan kuasa status quo," ucap Denny.

Denny menuturkan dirinya tak terkejut dengan permainan Joko Widodo yang dinilai mendukung Ganjar, mencadangkan Prabowo, dan menolak Anies Baswedan. Ia menyebut, Jokowi menggunakan sembilan strategi 10 sempurna. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#anies baswedan #korupsi Formula E #kpk #berita bohong #cuitan Denny Indrayana #hoax #Denny Indrayana