Mellisa mengatakan dalam sambungan telepon tersebut, Dandy berusaha mengarahkan para saksi untuk memberikan keterangan yang dia mau. Seperti tidak adanya niat menganiaya dari awal.
"Dia mengarahkan saksi termasuk Shane Lukas untuk bilang bahwa dari awal cuma mau ngobrol sama David, nggak ada niat mau mukul, jadinya mukul karena omongan David bikin emosi," kata Mellisa melalui akun Twitter-nya, Senin (3/7).
Mellisa menilai Mario Dandy berusaha mengaburkan persangkaan perencanaan dalam kasus penganiayaan ini. Sebab, hal itu berkaitan dengan tinggi rendahnya hukuman yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim.
"Si Pengecut ini berusaha hilangin unsur perencanaan. Padahal sudah jelas niat awal aniaya David, beres aniaya pamer-pamer sebar video," jelas Mellisa.
Sementara itu, Ditjenpas Kemenkumham sampai dengan berita ini diterbitkan enggan merespons mengenai tindakan Dandy yang bisa menelepon dari dalam Lapas menggunakan nomor telepon pribadi dan dilakukan pada tengah malam. Pertanyaan yang dikirimkan JawaPos.com belum ada jawaban dari Ditjenpas.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham angkat suara mengenai kabar terdakwa Mario Dandy Satriyo bisa menggunakan telepon selama berada di dalam Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Kementerian menyebut, layanan telekomunikasi merupakan hak yang diberikan kepada seluruh tahanan, termasuk Dandy.
"Mario Dandy diberikan hak untuk berkomunikasi dengan menggunakan layanan komunikasi yang disediakan di Lapas," kata Koordinator Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika Aprianti saat dihubungi, Kamis (29/6).
Rika menjelaskan, layanan komunukasi ini diberikan kepada semua penghuni lapas pada jam kerja dari Senin sampai Jumat. Ada aturan yang diterapkan pihak lapas mengenai fasilitas ini.
"Layanan ini diberikan kepada semua penghuni Lapas secara gratis," tegasnya.
Pernyataan Ditjenpas ini kemudian dibantah oleh Mellisa Anggraini. Menurutnya, Dandy menggunakan handphone pribadi untuk melakukan panggilan.
"Telepon yang dipakai Mario Dandy ini nomor HP pribadi, kita sudah dapat contact-nya dan begitu di cek sudah di-save oleh beberapa orang, bahkan ada chat-chatnya, masih mau ngeles Ditjen Pas?" kata Mellisa melalui akun Twitter-nya.
Editor: Edy Pramana Editor : Administrator