Supermoon tergolong fenomena langka. Dilansir dari NASA, fenomena tersebut terjadi saat bulan berada di posisi yang paling dekat dengan bumi di garis orbitnya, yaitu sekitar 363.300 km.
Saat bulan menempati posisi terdekatnya dengan bumi, bulan akan terlihat lebih besar dan lebih terang. Itulah sebabnya disebut supermoon.
Selain supermoon, ada fenomena bulan lainnya. Yakni ada blood moon, blue moon, dan harvest moon.
Blood Moon
Blood moon atau disebut bulan darah karena penampakannya yang berwarna merah gelap. Blood moon muncul saat gerhana bulan. Saat gerhana bulan terjadi, cahaya yang sampai ke permukaan bulan hanyalah cahaya yang berada di ujung atmosfir bumi.
Cahaya yang sampai ke permukaan bulan tadi akan memantulkan cahaya warna merah, membuat bulan terlihat seperti berwarna merah.
Blue Moon
Istilah fenomena blue moon bukan berarti bulan yang berwarna biru. Melainkan kedatangan bulan purnama yang lebih dari biasanya. Yaitu empat kali bulan purnama dalam satu musim. Fenomena ini biasanya terjadi dua setengah tahun sekali. Penampakkan fenomena blue moon juga sama seperti penampakkan bulan purnama pada umumnya.
Harvest moon
Istilah harvest moon datang dari penampakkan bulan yang terang, penuh, dan muncul di sebelum musim gugur. Istilah ini dulunya digunakan oleh para petani untuk memanen tanaman mereka hingga larut malam.
Supermoon
Supermoon yang datang pada 3 Juli 2023 adalah fenomena bulan pertama yang muncul pada 2023. Fenomena supermoon terjadi setiap 9 tahun sekali dan disebabkan oleh posisi bulan yang berada di titik paling dekat dengan bumi. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria