Berdasarkan data, pada 2018, angka stunting di Jateng tercatat sebesar 24,4 persen. Angka ini mengalami penurunan berkat program penanganan stunting yang digeber Ganjar dan terus didukung Tim Penggerak PKK Jateng yang diketuai Siti Atikoh. Hingga pada akhir 2022, angka stunting di Jateng tinggal 11,9 persen.
Atas capaian dan komitmen dalam penanganan stunting tersebut, Ganjar mendapat penghargaan kehormatan dari Presiden Republik Indonesia (RI), yakni Satya Lencana Wira Karya. Penghargaan itu diberikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin pada Puncak Harganas ke-30 di Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (6/7).
Sehari sebelumnya, Siti Atikoh juga mendapat penghargaan dari BKKBN. Istri Ganjar Pranowo ini dinilai berhasil memimpin TP PKK Jateng dan aktif membina keluarga dan mendampingi para ibu, serta menurunkan stunting hingga tinggal 11,9 persen pada 2022 berdasarkan perhitungan elektronik - Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM).
"Saya menyampaikan terima kasih, karena kerja dari kawan-kawan yang bagus, kompak, terstruktur dan sistematis sehingga kita bisa menurunkan angka stunting yang bagus," kata Ganjar.
Ganjar menerangkan, ada banyak program yang dilakukan untuk menangani stunting di Jawa Tengah. Di antaranya program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng).
"Itu program perhatian pada ibu hamil, memeriksakan sejak awal kehamilan, memberikan asupan gizi, kontrol terus menerus sampai melahirkan. Setelah lahir anak dikasih ASI ekslusif termasuk gizinya terus diperhatikan," jelasnya.
Diakui Ganjar, pemerintah tak bisa bekerja sendiri dalam upaya penanganan stunting. Dia bersyukur karena seluruh masyarakat dan berbagai pihak di Jateng selalu mendukung program penurunan angka stunting. Mulai dari pihak swasta, BUMD, BUMNN dan masih banyak lagi.
"Ini sebuah gotong royong yang cukup bagus dan terus kita genjot agar target penurunan tercapai. Menurut saya itu tidak akan sulit," ujar dia.
Semangat gotong royong ini juga yang menjadikan sejumlah daerah di Jateng turut mendapatkan apresiasi dari BKKBN. Sejumlah kepala daerah yang juga menerima penghargaan pada puncak Harganas ke-30, yakni bupati Banyumas, bupati Klaten dan bupati Grobogan. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria