Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kemenkes Sebut Gunungkidul sudah Bisa Dinyatakan KLB Antraks, Buntut Kasus Kematian Warga

Syahaamah Fikria • Jumat, 7 Juli 2023 | 22:00 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi. (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
 

RADARSOLO.COM - Kementerian Kesehatan menyebut, Gunungkidul sudah dapat ditetapkan berstatus kejadian luar biasa (KLB) antraks. Hal ini menyusul adanya kasus kematian warga karena antraks.

"Secara definisi sebenarnya bisa dinyatakan (KLB), ya karena ada kematian," kata Direktur Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Imran Pambudi dilansir dari JawaPos.com.

Namun demikian, kata dia, status KLB hanya dapat ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.


"Kembali lagi ini adalah kewenangan daerah untuk bisa nyatakan KLB atau bukan," pungkasnya.

Diketahui, kasus antraks di Gunungkidul telah mengakibatkan kematian pada warga. Imran menuturkan, kejadian bermula saat ada kasus kematian sapi dan kambing milik warga berinisial KR di Gunungkidul pada 18 Mei lalu. Usai ditemukan mati, warga justru menyembelih dan membagikan dagingnya kepada warga untuk dikonsumsi.

"Jadi ini yang menjadi salah satu penyebab penyebarannya," kata Imran, Kamis (6/7).

Dalam proses penyembelihan sapi yang sudah mati itu, ada seorang warga berinisial WP yang ikut terlibat dan kemudian menjadi pasien yang positif antraks.

"Tanggal 1 Juni WP masuk ke rumah sakit dengan keluhan gatal-gatal, bengkak, dan luka. Waktu diperiksa ada sampel-nya positif spora antraks dari tanah tempat penyembelihan sapi tadi," ungkap Imran.

Dua hari berlalu, WP kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito. Di sana, ia diambil sampel darah dan dinyatakan suspek antraks.

"Tanggal 4 Juni WP meninggal," ucap Imran. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#gunungkidul #kemenkes #antraks #kasus kematian antraks #KLB antraks