RADARSOLO.COM - Penyidik Polda DIY mengungkap, dua pelaku mutilasi di Sleman nekat merebus potongan tubuh korban mutilasi R atau Redho Tri Agustian, untuk menghilangkan jejak pembunuhan mahasiswa UMY itu.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY AKBP Tri Panungko mengatakan, pelaku merebus potongan tubuh R berupa potongan tangan dan kaki.
"Potongan tangan dan potongan kaki yang direbus pelaku, tujuannya merebus adalah menghilangkan jejak sidik jari," katanya.
Sementara itu, Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi menambahkan, awalnya R tewas terlebih dahulu. Setelah itu, baru dilakukan mutilasi terhadapnya. Namun, dia tidak merinci penyebab utama meninggalnya R.
Endriadi hanya menyebut, mahasiswa UMY itu tewas karena aktivitas tidak wajar yang dilakukannya dengan pelaku dan tidak ada kaitannya dengan kekerasan. Dia enggan menyampaikan secara detail awal mula kematian R.
"Nanti masih kami lakukan pendalaman selanjutnya akan disampaikan kembali," ucapnya seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group).
Usai mendapati R tewas kedua pelaku panik sehingga melakukan mutilasi untuk menghilangkan jejak. Cara membuangnya pun dilakukan secara terpisah berbeda-beda lokasinya.
Sebelumnya diketahui, potongan tubuh yang pertama kali ditemukan di Dusun Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman pada Rabu (12/7) malam. Selanjutnya, beberapa hari berselang pada Sabtu (15/7) kembali ditemukan potongan tubuh berupa kepala dan tangan di Merdikorejo, Tempel. Hingga pada akhirnya Waliyin dan RD dibekuk polisi pada Sabtu (15/7) di Bogor, Jawa Barat. (jpg/ria)
Editor : Syahaamah Fikria