RADARSOLO.COM – Ketua Dekranasda Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengajak puluhan UKM dan UMKM Jateng untuk unjuk produk ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Upaya ini merupakan bagian dari promosi sekaligus memperluas pangsa pasar produk-produk UMKM Jateng.
“Kami Dekranasda Jateng berusaha melebarkan sayap pemasaran. Ini bagian dari promosi produk kerajinan yang ada di Jawa Tengah,” kata Atikoh di sela-sela Expo UKM Dekranasda Jawa Tengah di Atrium Duta Mall, Banjarmasin, Kalsel, Jumat (28/7).
Pameran itu dibuka langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pameran yang berlangsung mulai Jumat-Minggu (28-30/7) tersebut menghadirkan 34 booth, di mana 32 booth merupakan produk-produk UMKM Jateng.
Beragam produk unggulan UMKM Jateng dipamerkan di Kalsel. Mulai dari produk batik khas Pekalongan, kerajinan tembaga dari Boyolali, produk keramik dari Salatiga, dan masih banyak produk UMKM yang ikut dipamerkan.
Diakui Atikoh, UMKM-UMKM yang diboyong ke Kalsel tidak hanya yang menjadi binaan Dekranasda. Dengan mengikuti ekspo semacam ini, dia berharap para pelaku UMKM sekaligus bisa melihat dan memetakan selera maupun respons konsumen.
“Ini adalah bagian dari evaluasi strategi pemasaran. Semacam survei bagaimana konsumen bisa menerima produk yang ada di Jawa Tengah, karena pasti masing-masing provinsi berbeda,” terang dia.
Dekranasda Jateng selalu rutin mengajak UKM maupun UMKM Jateng untuk menjajaki pangsa pasar baru melalui berbagai ekspo. Hasilnya, kata Atikoh, memang terjadi peningkatan pemasaran di setiap tahunnya.
Dia mencontohkan, saat kali pertama digelar ekspo di Samarinda pada 2018, tercatat total transaksi sebesar Rp 638,22 juta. Bahkan, ada kerja sama pelatihan dengan UKM bidang tenun.
Kemudian pada 2019 di Palembang, Sumatera Selatan, hasil transaksi mencapai Rp 800,54 juta atau mengalami peningkatan lebuh dari 25 persen. Selain itu, ada kerja sama empat UKM dan kerja sama paket wisata edukasi.
Kegiatan ekspo UMKM ini sempat terhendi pada 2020 dan 2021 karena pandemic Covd-19. Hingga kemudian berlanjut lagi pada 2022, dengan hasil yang cukup menggembirakan.
“Tahun lalu di Makassar, Alhamdulillah transaksinya sampai Rp 1,252 miliar,” ucap Atikoh.
Ekspo di Makassar itu juga menghasilkan kerja sama antarpeserta sebanyak delapan UKM, kemitraan enam UKM dan pasokan bahan baku kopi 12 UKM sebanyak 290 ton. Termasuk kesepakatan kontrak business to business dengan total potensi kerja sama sebesar Rp 23.835 miliar.
Atikoh berharap, hasil ekspo kali ini juga mengalami peningkatan. Selain nilai transaksi yang lebih besar, Ketua TP PKK Jateng itu berharap ada kerjasama yang bisa dijalin oleh para peserta.
“Harapannya selain ritel itu untuk repeat ordernya, dan bagaimana mereka bisa menjalin kerja sama itu. Jadi bukan hanya belanja ketika pameran saja, tapi pameran bagian dari pengenalan produk setelah beli ke depan jadi langganan,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo berharap kolaborasi ini dapat mengembangkan UMKM Jawa Tengah. Para pelaku usaha bisa belajar satu sama lain, sehingga bisa menaikkan kelas dan kualitas mereka.
“Kalau meningkat nanti kami ekspor. Kekuatan-kekuatan yang mesti kita dampingi dari setiap UMKM yang ada mesti betul-betul terarah programnya,” tegas Ganjar. (bay/ria)
Editor : Syahaamah Fikria