RADARSOLO.COM - Setelah muncul pada 3 Juli lalu, fenomena supermoon akan kembali terlihat pada Selasa (1/8) malam. Supermoon yang sebagai super sturgeon moon.
Supermoon terjadi karena bulan berada di antara bumi dan matahari. Disebut supermoon karena bulan mencapai perigee, yaitu titik terdekat bulan dengan bumi. Jaraknya sekira 363.300 km dan menjadi bulan purnama.
Saat supermoon, bulan akan tampak sedikit lebih besar dan terang. Ukurannya tampak 14 persen lebih besar dan tampak 30 persen lebih cerah dari biasanya.
Lantas, mengapa dinamakan supermoon? Dilansir JawaPos.com, faktanya istilah supermoon kali pertama dikenalkan dari astrologi bukan astronomi. Yakni diciptakan oleh seorang astrolog Richard Nolle pada 1979. Istilah supermoon ini untuk menggambarkan bulan purnama atau bulan baru yang terjadi ketika bulan berada dalam 90 persen jarak terdekatnya dengan bumi.
Mengulik istilah fenomena bulan ini, ternyata supermoon memiki berbagai nama di setiap budaya dan masyarakat. Selain disebut sebagai super sturgeon moon, ada juga yang menamai dengan lynx moon, grain moon, lightning moon, dan green corn moon.
Misalnya istilah sturgeon moon. Dikutip dari laman earth.com, asal-usul nama sturgeon moon berasal dari beberapa kelompok penduduk asli Amerika. Terutama di wilayah Great Lakes Amerika Utara, yang menemukan bahwa bulan ini merupakan waktu di mana ikan sturgeon paling banyak ditangkap.
Sturgeon merupakan jenis ikan yang memiliki penampilan mirip dengan makhluk prasejarah dan telah ada selama lebih dari 130 juta tahun. Banyak spesies ikan ini telah berkembang di seluruh dunia, beberapa di antaranya menemukan habitat di Great Lakes.
Editor : Syahaamah Fikria