RADARSOLO.COM - Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia Hendrar Prihadi mempromosikan bakal calon presiden yang diusung PDIP Ganjar Pranowo dalam acara peluncuran Konsolidasi Pengadaan Pakaian Harian dan Seragam Sekolah PDN (Pakaian Dalam Negeri) untuk Katalog Elektronik Lokal Provinsi Jawa Tengah, di Balai Kota Surakarta, Kamis (24/8). Namun dirinya menolak disebut mengkampanyakan Ganjar saat sesi wawancara.
Usai menyambut sejumlah hadirin yang datang ke acara tersebut, pria yang akrab disapa Hendi ini juga memberikan sambutan pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pada awal sambutan itu dirinya mengucap bahwa sosok pria berambut putih itu tak lama lagi akan pindah kantor ke Istana Negara. Ucapan itu disambut riuh para hadirin sebelum dirinya masuk ke pembahasan pengadaan.
"Yang kita banggakan, Gubernur Jawa Tengah yang sebentar lagi, Insyaallah pindah kantor ke istana negara," kata dia siang itu.
Seruan bernada kampanye kembali Hendi sampaikan diakhir sambutannya. Kala itu ia menanyakan para hadirin tentang pembangunan yang ada di Jawa Tengah. Ia memancing hadirin dengan bertanya apakah Jawa Tengah maju dan sejenisnya dan ditutup dengab ucapan untuk mendorong maju siapa yang membawa maju Jawa tengah.
"Yakinlah bahwa persaudaraan kita dengan mas gubernur ini benar-benar sudah berjalan dengan baik. Komitmen kita selama ini melihat apa yang dilakukan mas gubernur memperbaiki Provinsi Jawa Tengah sudah baik. Dan rasakan Jawa Tengah maju tidak? Jawa Tengah maju nggak? Jawa Tengah maju nggak? Kalau maju apa yang akan kita lakukan? Mempertahankan Jawa Tengah maju dan yang membuat maju kita dorong ke atas. Sepakat ya," ucap Hendi.
Dalam sesi wawancara, Hendi mengelak telah berkambanye untuk Ganjar Pranowo. Dirinya malah bertanya balik saat ditanya tentang pernyataannya mendorong ke atas yang membuat maju Jawa Tengah. Begitu juga saat disinggung mempromosikan sosok Ganjar Pranowo dalam pilpres 2024.
"Ya itu tergantung pemahaman masing-masing. Apa sudah boleh kampanye? Apa sudah boleh, wong waktunya waktu LKPP. Saya tadi cuma cerita kalau saya kenal Mas Ganjar itu sudah 9 tahun dari 2013 sampai 2022. Setahu saya memang inovatif," beber Hendi. (ves)
Editor : Damianus Bram