RADARSOLO.COM - Seorang warga Lereng Gunung Merapi curhat atas buruknya layanan salah satu rumah sakit di Klaten lewat media sosial. Warga bernama Sukiman, 53, asal Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang itu mengaku tiba-tiba diminta pulang saat mengantarkan kontrol orang tuanya sesuai jadwal yang ditetapkan.
Ketika sampai di rumah sakit dan sudah mengantre untuk menunggu giliran, Sukiman dan orang tuanya malah disuruh kembali ke rumah dengan alasan dokternya sudah pulang. Padahal, jarak dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang ke rumah sakit tersebut sekira 21 km.
Kejadian itu terjadi pada Jumat (1/9) lalu. Sukiman pun sempat mencuitkan peristiwa itu di akun X-nya (dulu Twitter) @SukimanMerapi.
"SIMBOK YANG JAUH2 DARI DELES KE RS KLATEN, KONDISI SEPERTI INI, Rawat jalan jadwal jam 19.00 kami sampai jam 18.00 nunggu 70 menit tiba2 perawat mendekat ke kami pak di bawa besok pagi jam 06.00 dokter sudah pulang," cuit Sukiman.
Cuitan itu ditag ke @ganjarpranowo @YLBHI @YLKI_ID sambil dilengkapi video atas kondisi orang tuanya. Video itu sudah ditonton 53 ribu kali hingga Senin (4/9) pukul 16.00 WIB.
Saat diminta konfirmasi Radarsolo.com, Sukiman menceritakan awalnya ibunya sempat dirawat seminggu di RS Cakra Husada Klaten. Sang ibu memiliki riwayat sakit darah tinggi.
“Dijadwalkan Jumat kontrol pukul 19.00 WIB. Tetapi saya berangkat lebih awal pukul 17.00 WIB. Sampai rumah sakit pukul 18.00 WIB. Kebetulan simbok (ibu) nomor 19,” ucap Sukiman saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (4/9).
Diceritakan Sukiman, saat itu pasien yang kontrol sampai nomor 14. Tetapi, dia tiba-tiba diberitahu dan diminta asisten dokter untuk kembali lagi keesokan harinya sekira pukul 06.00 WIB. Alasannya, sang dokter yang akan memeriksa sudah pulang.
Hal itu pun membuat kecewa Sukiman. Apalagi dia juga mengkhawatirkan kondisi orang tuanya karena sudah tidak bisa berjalan.
“Kemudian saya berusaha siapa pun baik itu bagian administrasi maupun satpam ya saya curhati. Saya sempat tanya, apakah tidak ada solusi, tidak ada yang menjawab. Malah mereka bilang, ya memang seperti itu,” ucap Sukiman.
Sukiman mengaku, sebenarnya dia mengharapkan segera ada kebijakan terkait kondisi orang tuanya dari rumah sakit. Namun, lantaran tidak ada respons sehingga dia memutuskan untuk membawa ibunya ke RSU Islam Klaten. Hingga saat ini orang tuanya masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
“Tadi dari pihak rumah sakit (RS Cakra Husada) sudah datang ke rumah saya untuk menyampaikan minta maaf. Tapi saya tidak butuh minta maaf. Misal, kalau sampai ada pasien kritis bagaimana? Ini yang berani protes saya, belum lagi pasien sebelum dan sesudah simbok (ibu),” papar dia.
Sementara itu, Staf Humas RS Cakra Husada Klaten Edi Wiratmo menjelaskan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke pihak Sukiman. Menurutnya, persoalan itu hanya kesalahpahaman, namun kini permasalahan tersebut sudah diselesaikan.
“Ini akan menjadi evaluasi rumah sakit. Kami akan berbenah. Kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria