Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Prediksi BMKG, Awal Musim Hujan di Indonesia Tidak Seragam di Semua Wilayah

Damianus Bram • Jumat, 15 September 2023 | 22:22 WIB
Logo BMKG
Logo BMKG

RADARSOLO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan akan dimulai pada November 2023. Namun karena tingginya keragaman iklim di Indonesia, awal musim hujan tidak seragam di semua wilayah. Selanjutnya, periode puncak musim hujan secara umum diperkirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2024.

Seperti dilansir dari situs resmi BMKG, musim hujan 2023/2024 bisa datang lebih lambat dari biasanya.  Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers prakiraan musim hujan 2023/2024 di Jakarta, Jumat (9/8), mengatakan,

“Curah hujan pada musim hujan 2023/2024 secara umum diperkirakan normal. Namun, beberapa daerah diperkirakan akan mengalami curah hujan lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya,” jelasnya.

Dwikorita menjelaskan, awal musim hujan sering dikaitkan dengan peralihan angin Timur (Muson Australia) ke Angin Barat (Muson Asia). Berdasarkan prakiraan BMKG, angin timur diperkirakan masih akan berlanjut hingga November 2023, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan. Sementara itu, angin barat diperkirakan akan datang lebih lambat dari biasanya.

Saat ini, lanjut Dwikorita, beberapa zona dipastikan mulai mengalami musim hujan, yakni sebagian besar wilayah Aceh, sebagian besar Sumut, sebagian Riau, Sumbar bagian tengah, dan sebagian kecil Kepulauan Riau.

Musim hujan selanjutnya akan terjadi di Sumatera Tengah dan Selatan, disusul hampir berturut-turut di Kalimantan dan Jawa, dan secara bertahap akan mendominasi hampir seluruh wilayah Indonesia pada bulan Maret hingga April 2024.

Dwikorita mengatakan, sejak mulai muncul pada pertengahan Mei 2023, gangguan cuaca El Niño terus berkembang hingga mencapai level +1.504. diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun 2024.

Sementara di Samudera Hindia, pemantauan anomali suhu permukaan laut menunjukkan situasi IOD positif dengan indeks saat ini  +1.527 dan diperkirakan akan tetap positif hingga akhir tahun 2023. Superposisi El Nino dan IOD (+) menyebabkan laju pertumbuhan awan hujan di Indonesia lebih rendah dari biasanya, hal ini terkait dengan rendahnya curah hujan yang menyebabkan kekeringan di Indonesia.

Sementara itu, Dwikorita menghimbau  kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih mempersiapkan dan mengantisipasi kemungkinan dampak musim hujan, terutama di wilayah yang musim hujannya di atas normal (lebih basah dari biasanya).

Daerah tersebut diperkirakan berisiko lebih tinggi terhadap banjir dan tanah longsor, tambahnya. Diharapkan pemerintah daerah dapat lebih efektif mengedukasi masyarakat mengenai cara menghadapi risiko bencana alam yang mungkin terjadi pada musim hujan dan pentingnya memperhatikan peringatan dini.

“Kami berharap informasi prakiraan musim hujan 2023/2024 ini dapat dijadikan  acuan oleh pemerintah daerah dan sektor terkait untuk segera menyusun rencana aksi guna meminimalisir kerusakan akibat bencana alam yang disebabkan oleh bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Plt. Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan lebih rinci, pada bulan September 2023 akan memasuki musim hujan sebanyak 24 ZOM (3,4%) yang meliputi sebagian wilayah Sumatera bagian barat dan Riau bagian selatan, kemudian pada bulan Oktober 2023 sebanyak 69 ZOM (9,9%) akan memasuki musim hujan. Khususnya provinsi seperti Jambi, Sumatera Selatan Utara, Jawa Tengah Selatan, sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah Barat, dan sebagian besar Kalimantan Timur.

Pada bulan November 2023, sekitar 255 ZOM (36,5%) akan memasuki musim hujan, antara lain Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Banten, Jakarta, Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Bali, sebagian kecil Jawa. NTB, sebagian kecil NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Selatan, Maluku Utara bagian utara, dan Papua Selatan bagian selatan.

Selain itu, sekitar 153 ZOM (21,9%) diperkirakan memasuki musim hujan pada Desember 2023, yang meliputi sebagian besar wilayah Jawa Timur bagian utara, sebagian NTB, sebagian NTT, sebagian besar Jawa Tenggara, Sulawesi Timur, dan sebagian Maluku. Pada bulan Januari hingga Mei 2024, sekitar 22 ZOM (3,2%) diperkirakan akan memulai musim hujan.

Terdapat juga sekitar 50 ZOM (7,2%) yang telah memasuki musim hujan, sedangkan sekitar 12 ZOM (1,7%) merupakan wilayah yang musim hujannya berlangsung sepanjang tahun 2023. Selain itu, 113 ZOM (16,1%) juga termasuk dalam wilayah tersebut. ZOM. 1 Jenis musim, ditandai dengan musim dalam setahun.

“Secara keseluruhan musim hujan diperkirakan akan datang terlambat, tepatnya sekitar 446 ZOM (63,8%) di seluruh Indonesia. Secara total, 22 ZOM (3,2%) diperkirakan akan mengalami  musim hujan  lebih awal atau sebelum musim hujan dimulai. “Dan juga terdapat  sekitar 56 ZOM atau sekitar 8,0% wilayah Indonesia yang diperkirakan akan memulai musim hujan serupa dengan rata-rata iklim,” jelasnya. (mg14/dam)

Editor : Damianus Bram
#musim hujan #BMKG #el nino #Prediksi Musim Hujan