RADARWONOGIRI.COM-Betal Lama atau Betal Lawas menyimpan banyak cerita. Warga yang tinggal di lokasi yang dulunya merupakan pusat kecamatan itu, mendapat tanah ganti seluas 2 hektare saat ikut transmigrasi.
Diketahui puing-puing permukiman di Betal Lama muncul ke permukaan. Fenomena tahunan itu terjadi saat air Waduk Gajah Mungkur (WGM) surut saat musim kemarau. Tampak sumur dan tembok bangunan
Wilayah itu saat ini masuk Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Hanya muncul saat air WGM surut.
Kepala Desa Gebang Kadiman mengatakan, dulunya lokasi tersebut sangat ramai. Bahkan menjadi pusat pemerintahan.
"Kalau dulu di sini pasar tradisional. Pembeli dan penjualnya dari empat kecamatan," ujarnya belum lama ini.
Kini, hanya tinggal ada sisa-sisa kejayaan Betal Lama. Jika dulu ada berbagai kantor hingga sekolah, saat kemarau ini hanya tersisa tanah dan ranting kering.
Ada juga sisa jalan aspal yang dulu ada di sana. Ini membuktikan bahwa Betal Lama adalah lokasi yang tergolong perkotaan.
"Pusat (kota) lah istilahnya. Kan juga ada stasiunnya. Kereta api dari Solo ke Baturetno. Sekarang bekasnya sudah nggak ada. Besi relnya juga hilang, banyak yang diambil orang," kata dia.
Kadiman mengenang, saat proses proyek pembangunan WGM dan transmigrasi tak ada perlawanan dari warga yang terdampak.
"Pindahnya (transmigrasi) ada yang bareng-bareng. Ada juga yang menunggu genangan air dekat ke rumah baru transmigrasi," beber Kadiman.
Bangunan rumah warga yang mayoritas terbuat dari kayu ada yang dicopoti dan dijual dan ada juga yang dibiarkan begitu saja. Yang jelas, saat air menggenang, rumah mereka sudah dikosongkan.
"Kalau dari cerita yang ikut transmigrasi, biaya hidup ditanggung pemerintah selama dua tahun. Setiap KK juga dapat tanah seluas dua hektare untuk digarap," jelas Kadiman.
Menurut dia, warga bertransmigrasi ke tiga provinsi. Salah satunya ke Sitiung Sumatra Barat.
Ada juga warga yang bergeser ke wilayah lain yang tidak terendam genangan WGM, salah satunya di wilayah yang saat ini secara administratif masuk Desa Gebang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, WGM mulai dibangun pada 1978. Kemudian pada 1980 mulai beroperasi.
Sementara itu, ada sekitar 41 ribu warga yang tinggal di 45 desa di enam kecamatan di Wonogiri berpindah tempat tinggal atau menjalani transmigrasi. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono