Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tarif Murah, Trans Jateng Makin Diminati Masyarakat: 7 Koridor Catat 23 Juta Penumpang

Syahaamah Fikria • Jumat, 22 September 2023 | 02:22 WIB
PENASARAN: Penumpang Trans Jateng mengantre di halte Terminal Tipe C atau Terminal Angkutan Kota (Angkot) Wonogiri, Minggu (13/8) siang.
PENASARAN: Penumpang Trans Jateng mengantre di halte Terminal Tipe C atau Terminal Angkutan Kota (Angkot) Wonogiri, Minggu (13/8) siang.

RADARSOLO.COM - Trans Jawa Tengah (Jateng) telah menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat, dibuktikan dengan jumlah penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari Balai Transportasi Jateng, hingga Agustus 2023, jumlah penumpang BRT Trans Jateng tercatat mencapai 23.672.113 orang.

Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana melalui Kepala Balai Transportasi Jateng Agung Pramono mengatakan, jumlah penumpang Trans Jateng terus mengalmi tren peningkatan.

Berdasarkan data, pada 2017 tercatat ada 724.320 penumpang. Jumlah itu meningkat drastis di tahun berikutnya. Yakni tahun 2018, yang mencapai 2.238.590 penumpang. Kemudian, pada tahun 2019 kembali melonjak, menjadi 3.437.459 penumpang.

Masih dari data, jumlah penumpang Trans Jateng sempat mengalami penurunan pada 2020. Hal itu akibat pandemi Covid-19, di mana mobilitas masyarakat, termasuk pelajar dan pekerja berkurang drastis, bahkan banyak yang di rumah saja. Pada tahun itu, tercatat jumlah penumpang 2.421.872 orang.

Namun, di tahun berikutnya tren peningkatan kembali terjadi. Pada 2021, jumlah penumpang mengalami lonjakan hingga 3.439.532 orang. Dan, peningkatan paling tajam tercatat terjadi pada 2022. Di mana jumlah penumpang total menacapai 6.506.462 orang. Sementara pada tahun 2023 hingga Agustus, tercatat jumlah penumpang mencapai 4.903.878 orang.

"Saat ini, kita memiliki 112 armada bus pada tujuh koridor. Yang saat ini terhitung padat di koridor Semarang-Bawen. Tapi itu fluktuatif, kadang mencapai 100 persen, kadang hanya 80 persen. Rata-rata penumpang terangkut setiap hari di tahun 2023 sebanyak 5.247 orang," kata Agung, Kamis (21/9).

Upaya peningkatan pelayanan yang terus dilakukan. Salah satunya dengan memudahkan masyarakat dalam pembayaran. Agung menjelaskan, penumpang bisa melakukan pembayaran Trans Jateng secara tunai maupun nontunai. Untuk pembayaran nontunai bisa menggunakan Qris, E-money, atau membeli tiket melalui aplikasi SiAnteng

"Aplikasi Si Anteng ini juga mempermudah masyarakat untuk mengetahui halte terdekat, estimasi kedatangan bus dan posisi bus secara real time. Serta mengintegrasikan layanan dengan angkutan perkotaan seperti Trans Semarang, Batik Solo Trans dan Trans Banyumas," paparnya.

Trans Jateng juga memanfaatkan jam-jam tidak sibuk dengan mengisi program edutrip bagi masyarakat. Selain itu, lanjut Agung, pihaknya mengakomodir masyarakat kelompok rentan. Di antaranya dengan menyediakan bus disabilitas di koridor terbaru Solo-Sukoharjo-Wonogiri, dan beberapa kemudahan lain sebagai implementasi angkutan umum yang nyaman dan handal.

"Kami selalu berupaya memberikan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Agung menambahkan, seiring dengan lonjakan jumlah penumpang, pendapatan Trans Jateng juga terus meningkat. Sejak digagas oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng pada 2017 sampai 2022, tercatat pendapatan Trans Jateng mencapai Rp 63.999.874.836.

Untuk tahun 2023 ini, pendapatan BRT Trans Jateng diproyeksikan mencapai Rp 22.500.000.000 atau Rp 22,5 miliar. Apalagi mulai tahun ini, ada penambahan koridor BST, yakni rute Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Sejak mulai beroperasi pada 8 Agustus lalu, Trans Jateng koridor 7 tersebut telah mencatat 48.844 penumpang.

"Karena Solo-Wonogiri itu baru 1,5 bulan beroperasi. (Sehingga) Diperkirakan nanti pada akhir 2023 kita mendapatkan tambahan pendapatan," ujar dia.

Diketahui, sejak dioprasikan pada 2017 lalu, kini Trans Jateng telah memiliki tujuh koridor. Yakni koridor Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Magelang-Purworejo. Kemudian, koridor Solo-Sragen, Semarang-Grobogan, dan Solo-Sukoharjo-Wonogiri.

Trans Jateng menerapkan dua jenis tarif. Yakni tarif pelajar, buruh dan veteran sebesar Rp 2.000. Sementara tarif umum sebesar Rp 4.000.

"Kami mencoba bagaimana mereka yang sudah rutinitas bekerja pabrik dan sebagainya bisa memanfaatkan BRT," tandas Agung. (bay/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Balai Transportasi Jateng #BRT #trans jateng #koridor #penumpang