RADARSOLO.COM - Seorang perwira pertama dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara/Kostrad TNI AD diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah prajurit pria bawahannya. Saat ini pelaku yang berinisial Lettu AAP telah diamankan dan ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya/1 Tangerang.
Pelaku merupakan seorang komandan baterai (danrai). Sementara tujuh prajurit bawahannya yang menjadi korban dugaan tindak pelecehan seksual itu seluruhnya berpangkat prajurit dua (prada).
Kapen Kostrad Kolonel Inf Hendhi Yustian membenarkan, Lettu AAP telah ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya/1 Tangerang. Setelah sebelumnya pelaku sempat melarikan diri dari satuan (desersi).
“Yang bersangkutan sempat melarikan diri, tetapi tadi malam (20/9), pelaku ini menyerahkan diri ke satuan kemudian langsung diserahkan ke Denpom 1 Tangerang,” kata Hendhi, dilansir dari Antara, Kamis (21/9).
Dikatakan dia, para korban telah dimintai keterangan. Proses hukum terhadap pelaku saat ini masih ditangani oleh Denpom Jaya. Hendhi menegaskan, pelaku bakal dihukum berat apabila terbukti bersalah, melakukan tindak pelecehan seksual terhadap sejumlah bawahannya.
“Jika benar terbukti, maka yang bersangkutan dihukum dengan hukuman tambahan pemecatan dari dinas keprajuritan selain hukuman atas asusilanya,” tegas dia.
Kasus pelecehan seksual terhadap tujuh prajurit Yonarhanud 1/PBC/Kostrad terungkap setelah dilakukan pendalaman internal di satuan. Kejadian itu diperiksa oleh satuan setelah ada laporan anonim dari nomor WhatsApp mengenai dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku ke bawahannya.
Dari pemeriksaan internal, pelecehan seksual tersebut diduga terjadi pada November 2021, Februari 2023, Maret 2023, April 2023, Mei 2023, Juni 2023, Juli 2023.
Kemudian, satuan pun memerintahkan jajarannya di bagian intelijen untuk mencari pelaku. Lettu AAP pun sempat ditangkap di depan Koperasi Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad pada 16 September 2023 pukul 21.15 WIB.
Terduga pelaku dibawa ke Kantor Staf 1/Intelijen dengan tangan terborgol ke belakang. Selanjutnya dilakukan interogasi oleh jajaran intelijen satuan.
Dalam proses interogasi itu, borgol sempat dilepas. Lettu AAP sempat melarikan diri melalui jendela pada pukul 23.40 WIB, sebelum akhirnya menyerahkan diri pada Selasa, 20 September. (antara/ria)
Editor : Syahaamah Fikria