RADARSOLO.COM - Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda Klaten pada Kamis (26/10) sore, tecatat telah menimbulkan sejumlah kerusakan. Setidaknya lima sekolah di Kota Klaten terdampak.
Kelima sekolah terdampak tersebut adalah SDN 3 Wadunggetas, SDN 3 Boto, SDN 6 Delanggu, SMPN 3 Delanggu, dan SMAN 1 Wonosari. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap maupun plafon, serta fasilitas pendukung lainnya.
Kepala SDN 3 Wadunggetas Slamet Tri Rahayu menceritakan, saat kejadian sekolah dalam keadaan kosong.
Hujan deras dan angin puting beliung terjadi sekira pukul 15.00. Mengakibatkan bagian parkir kendaraan dan sepeda guru serta siswa ambruk.
“Paling parah pada bagian gudang, karena atapnya sampai beterbangan. Itu juga berdampak pada ruang perpustakaan sekolah kami. Sedangkan untuk bagian atap ada yang melorot, sehingga airnya masuk ke ruang kelas I,” ucap Tri.
Lebih lanjut, Tri menjelaskan, terdapat pohon beringin di halaman sekolah yang bagian dahannya juga tumbang. Tetapi tidak sampai berdampak pada bangunan sekolah.
Meski begitu, pohon itu berpotensi rawan tumbang. Sehingga pihak sekolah berencana untuk memangkasnya.
“Untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilaksanakan (27/10), tetapi kami pulangkan lebih awal sekira pukul 09.00. Soalnya ada pembenahan agar saat terjadi hujan, nantinya tidak sampai ke ruangan kelas lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten Titin Windiyarsih sempat meninjau sejumlah sekolah yang terdampak hujan deras disertai angin puting beliung. Termasuk di SDN 3 Wadunggetas.
“Jadi, untuk SD dan SMP yang terdampak ada empat sekolah. Kerusakan terjadi pada atapnya yang tidak permanen seperti dari asbes maupun seng. Ada juga genteng yang melorot maupun tertimpa pohon tumbang,” ucap Titin.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, tidak ada guru maupun siswa yang menjadi korban dari bencana hidrometeorologi tersebut. Meski begitu, pihaknya terus mendorong sekolah untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang serupa.
“Untuk SMPN 3 Delanggu karena tahun ini mendapatkan bantuan rehab, saya minta untuk dialihkan ke ruangan yang terdampak. Dikarenakan kondisinya darurat. Saya minta kepada sekolah yang terdampak untuk segera melakukan perbaikan,” ucap Titin.
Titin mengimbau kepada seluruh sekolah di Klaten untuk mengantisipasi terjadinya hujan deras disertai angin puting beliung. Terutama untuk memangkas pepohonan yang menjulang tinggi dan rawan tumbang.
Baca Juga: Meriahnya Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Wonogiri, 4.000 Penari Bikin Heboh Wuryantoro Menari
Imbauan tersebut akan ditegaskan dalam bentuk surat edaran yang ditujukan ke seluruh sekolah.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna membenarkan adanya lima sekolah yang terdampak hujan deras disertai angin kencang. Pengecekan ke lokasi terdampak juga telah dilakukan.
“Kalau yang terdampak sebenarnya ada di 22 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Untuk kerusakan bangunan ada 34 unit. Sedangkan yang tumbang ada 46 pohon. Total kerugian ditaksir mencapai sekira Rp 420 juta, tapi ini baru data sementara,” ucap Syahruna.
Adapun kedelapan kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi itu meliputi Kecamatan Karangdowo, Delanggu, Juwiring dan Ceper. Serta di Kecamatan Tulung, Polanharjo, Pedan, dan Wonosari. (ren/nik/ria)
Editor : Syahaamah Fikria