RADARSOLO.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebaran kasus cacar monyet atau monkey pox (Mpox) berada di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten. Hingga saat ini, total terdeteksi 27 kasus cacar monyet di Indonesia.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, teranyar ada tambahan tiga kasus baru. Semuanya berada di DKI Jakarta.
"Sisanya berada di Jawa Barat dan Banten," kata Maxi Rein, Selasa (31/10), dilansir dari Antara.
Berdasarkan laporan harian cacar monyet di Indonesia yang diterbitkan Kemenkes per 29 Oktober, terdapat 24 kasus cacar monyet. Ditambah tiga kasus per hari ini (31/10), total tercatat 27 kasus cacar monyet.
Rinciannya, terdapat sembilan kasus di Jakarta Selatan, lima kasus di Jakarta Barat, tiga kasus di Jakarta Timur, dan satu kasus di Jakarta Utara.
Kemudian, di Banten sebaran cacar monyet terdapat di Kabupaten Tangerang dua kasus, Kota Tangerang Selatan dua kasus, dan Kota Tangerang satu kasus.
Sementara itu, di Jawa Barat terdapat satu kasus cacar monyet di Kota Bandung.
Dikatakan Maxi, seluruh kasus konfirmasi dialami oleh pasien pria dengan rentang usia 25 hingga 48 tahun. Umumnya penderita memiliki kondisi penyerta HIV/AIDS.
"Kegiatan tracing semakin bagus. Saat ini ada 21 kasus suspek menunggu hasil konfirmasi laboratorium," ujarnya.
Hingga kini, kata Maxi, Kemenkes telah mengklasifikasikan 44 suspek sebagai discarded atau tidak terkait dengan cacar monyet.
Untuk menanggulangi cacar monyet, Kemenkes terus melakukan sejumlah upaya surveilans dan vaksinasi terhadap populasi kunci berisiko. Jumlahnya 477 sasaran sejak 23 Oktober.
Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan komunikasi risiko untuk dapat meminimalisir penularan cacar monyet. Maxi menegaskan, sangat penting untuk selalu memastikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta berhubungan seks secara aman. (antara/ria)
Editor : Syahaamah Fikria