Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ramai Seruan Boikot Produk Pro Israel, Berikut Link Website Daftar Produk Target Boikot dan Alasannya

Syahaamah Fikria • Selasa, 7 November 2023 | 00:01 WIB
Website boycott.thewitness.news yang menghimpun produk-produk pro Israel dan alasan untuk diboikot.
Website boycott.thewitness.news yang menghimpun produk-produk pro Israel dan alasan untuk diboikot.

RADARSOLO.COM - Aksi dukungan dan solidaritas terhadap Palestina, yang jadi korban kekejaman serangan Israel, terus mengalir dari Tanah Air. Termasuk seruan untuk boikot produk-produk pro Israel, yang terus disuarakan lewat berbagai media sosial (medsos)

Di medsos, netizen saling memberi informasi mengenai brand dan produk mana saja yang telah mendukung atau pro Israel untuk melakukan genosida kepada Palestina.

Boycott, Divestment, Sanctions atau BDS Movement global juga telah merilis daftar brand yang menjadi target boikot utama. Serta brand-brand yang patut mendapat tekanan sosial dari masyarakat.

Untuk memudahkan masyarakat, portal berita Inggris, The Witness, menghimpun daftar brand pro Israel dalam satu website.

Meski pemerintah Inggris secara finansial mendukung Israel, namun The Witness menyatakan mereka tidak mengikuti.

Mereka juga berharap makin banyak dukungan untuk Palestina dalam memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan kesetaraan.

Daftar brand pro Israel pada website boycott.thewitness.news disusun berdasarkan kategori. Masyarakat dapat melakukan pencarian untuk setiap nama brand.

Brand-brand terebut dibagi dalam 20 kategori. Mulai dari mobil, pakaian, kopi, kontraktor, kosmetik, minuman, hiburan, fashion, keuangan, makanan, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, asuransi, merek mewah, manufaktur, farmasi, politik, supermarket, teknologi, dan senjata.

Dalam website mereka, The Witness juga memberi penjelasan mengapa brand-brand tesebut masuk dalam daftar boikot. Serta bagaimana boikot terhadap suatu brand itu harus dilakukan.

Misalnya boikot tak hanya dilakukan dengan tidak membeli produk itu. Namun, termasuk jangan berinvestasi di perusahaan itu, bahkan jangan bekerja di sana.

Hal ini seperti untuk brand Starbucks. Dengan meng-klik tulisan why di sisi kanan brand tersebut, akan diketahui alasan memboikot Starbucks.

Adapun alasannya, karena Howard Schultz, pemilik saham terbesar Starbucks banyak melakukan investor dalam perekonomian Israel. Bahkan, baru-baru ini dia menanam modal sebesar USD 1,7 miliar.

“Jangan berinvestasi, jangan membeli untuk dibawa pulang, jangan bekerja di sana”, demikian tulisan The Witness mengenai langkah boikot yang mesti dilakukan kepada Starbucks.

Daftar yang ada dalam website tersebut akan terus ditambahkan. Masyarakat juga dapat mengajukan masukan terkait brand-brand yang dirasa patut untuk diboikot dengan alasannya. (jpg/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#boikot #BDS Movement #produk #pro israel #medsos #The Witness #palestina