Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gandeng Yayasan Bening Saguling, BRI Peduli Ubah Sampah Sungai Citarum Jadi Berkah

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 17 November 2023 | 04:57 WIB
BRI bersama Yayasan Bening Saguling bantu mengatasi persoalan sampah di Waduk Saguling, sekitar Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat.
BRI bersama Yayasan Bening Saguling bantu mengatasi persoalan sampah di Waduk Saguling, sekitar Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat.

RADARSOLO.COM- Sungai yang masih dijadikan tempat sampah menjadi perhatian serius BRI.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR), BRI Peduli terus melakukan berbagai inisiatif mengatasi persoalan sampah.

Program-program yang dilakukan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak. Antara lain pegiat sampah untuk mewujudkan upaya mengatasi persoalan sampah di daerah perkotaan atau daerah padat penduduk.

Salah satunya, BRI berkolaborasi dengan Yayasan Bening Saguling yang membantu mengatasi persoalan sampah di Waduk Saguling di sekitar Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat.

Indra Darmawan adalah sosok yang berperan penting dalam Yayasan Bening Saguling.

Berdiri sejak 2014, yayasan ini fokus pada masalah lingkungan. Terutama di sekitar Sungai Citarum.
"Tujuan kami adalah bagaimana membangun kolaborasi ke seluruh pihak untuk melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar Sungai Citarum," tutur Indra.

Dia mengajak masyarakat terjun langsung menjadi pengumpul sampah, atau yang disebut Pelestari.

Dengan sampan-sampan kecil, para Pelestari yang sudah terlatih tersebut mengambil sampah yang tergenang di sekitaran Sungai Citarum.

Ketika sudah terkumpul, sampah ini kemudian dipilah dan dijual yang hasilnya menjadi pendapatan masyarakat.

"Fokus kami adalah bagaimana melestarikan sungai dan memberdayakan masyarakat. Karena kami yakin, tidak mungkin sebuah kawasan bisa bersih, bisa lestari. Tanpa kita mengikutsertakan masyarakat di sekitar lingkungan itu sendiri,” jelasnya.

“Ini harta karun yang hasil keuntungan tidak dinikmati hanya kita, tetapi untuk warga," imbuh Indra.

Dalam pengolahan sampah tersebut, terdapat program “kredit plastik” setiap bulan yang bisa menghasilkan uang.

Sampah yang dipilah kemudian dapat dijual lagi dan menghasilkan uang.

Setiap 60 ton sampah plastik memiliki nilai jual sekitar Rp 300 ribu, dan khusus sampah botol bisa bernilai lebih besar.
Tak hanya sampah plastik, terdapat juga potensi pendapatan lain dari Waduk Saguling, yaitu eceng gondok yang dianggap sebagai tanaman parasit.

Tumbuhan ini bisa diberdayakan menjadi perabotan, hingga atap gazebo yang menjadi penggerak ekonomi warga sekitar.

"Dari pendapatan itu, kami kembalikan ke masyarakat. Contohnya sekolah berbayar sampah dan klinik pengobatan," terang Indra.

Endang Mulyana, warga yang sudah aktif menjadi Pelestari Sungai Citarum selama tujuh tahun mengakui manfaat dari memilah sampah.

Sejak kehadiran Bening Saguling, dirinya memiliki penghasilan yang lebih stabil.

Alhamdulillah, sekarang penghasilan sudah lebih stabil ketimbang dulu. Saya punya satu anak, sekarang sudah SMA kelas dua. Uang gedung, transportasi untuk sekolah, dibantu oleh yayasan ini,” beber dia.

Keberadaan Yayasan Bening Saguling juga memberikan solusi bagi masyarakat sekitar dalam ketahanan pangan.

Sampah organik yang diperoleh dari rumah tangga dimanfaatkan menjadi pakan maggot. Selanjutnya dijadikan sebagai pakan untuk ayam petelur.

“Sampah dari rumah tangga umumnya itu sampah organik. Ini yang kami manfaatkan untuk pakan magot untuk ayam petelur. Hasilnya kami jual dengan harga yang murah ke warga. Ini yang ke depan akan terus kami kembangkan,” urai Indra.

Kolaborasi dan Dukungan BRI Peduli

Dalam membantu mewujudkan upaya Yayasan Bening Saguling melestarikan Sungai Citarum, BRI Peduli menyalurkan bantuan infrastruktur.

Antara lain gudang tempat pengelolaan sampah (TPS) bank sampah induk, pembangunan workshop (bengkel perbaikan mesin pengolahan sampah) dan bantuan kendaraan pengangkut sampah.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, kepedulian BRI terhadap masalah sampah dilakukan seiring peningkatan volume sampah dampak aktivitas masyarakat kota yang tidak diimbangi jumlah tempat pembuangan sampah memadai.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu mengatasi masalah sampah dan lingkungan,” ucap Agustya Hendy.

Menurut dia, Yayasan Bening Saguling memiliki track record yang bagus, dan sudah menunjukkan kiprahnya sebagai penggerak lingkungan yang perlu dan terus didukung.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan. Menjadi inspirasi masyarakat di daerah lain dalam pengolahan sampah,” pungkas Agustya. (*/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#BRI #TJSL #BBRI #gerakan antisampah #csr #sampah