RADARSOLO.COM- Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Pj Bupati Cilacap Awaluddin Muuri mendapat amanat penting dari Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana.
Amanat tersebut disampaikan Nana Sudjana saat melantik Rober Christanto dan Awaluddin Muuri di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (20/1/2023).
Sebelumnya, Rober menjabat sebagai wakil bupati Karanganyar. Dia dilantik menggantikan Juliyatmono yang mengundurkan diri sebagai bupati Karanganyar.
Sedianya masa jabatan Juliyatmono dan Rober akan selesai pada 15 Desember 2023. Namun Juliyatmono mengundurkan diri sebelum akhir masa jabatannya karena mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Sedangkan Sekda Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri dilantik menjadi Pj Bupati Cilacap menggantikan Yuni Dyah Suminar.
Sebelumnya, Yuni dilantik menjadi Pj Bupati Cilacap untuk menggantikan bupati dan wakil bupati terdahulu yang habis masa jabatannya.
Nana menyampaikan terima kasih kepada mantan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang telah memimpin hampir lima tahun pada periode 2018-2023.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pj Bupati Cilacap sebelumnya, Yuni Dyah Suminar yang melaksanakan tugas selama satu tahun.
"Kami apresiasi atas segala kinerja, dedikasi, dan pelaksanaan tugas yang mereka lakukan. Lima tahun sebagai bupati Karanganyar dan satu tahun sebagai Pj bupati Cilacap. Kinerjanya selama ini kami anggap baik," ujar Nana.
Nana berpesan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menghadapi tantangan besar yang akan di hadapi. Di antarnaya netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi Pemilu 2024.
Dia meminta agar kepala daerah berkomitmen menyukseskan dan mengawal tahapan pelaksanaan pemilu.
"Penekanan saya adalah masalah netralitas ASN. Jadi seluruh ASN ini tidak boleh bermain politik praktis. Akan ada sanksi bagi mereka yang melanggar aturan-aturan yang ada," tegas Nana.
Tantangan berikutnya adalah menekan inflasi. Dua daerah tersebut masih mencatatkan inflasi yang cukup tinggi atau di atas rata-rata nasional.
Tercatat inflasi di Kabupaten Karanganyar per Oktober 2023 adalah 3,2 persen sedangkan Kabupaten Cilacap sekitar 2,89 persen.
Tantangan lainnya adalah kemiskinan ekstrem dan kasus stunting.
Kemiskinan di Kabupaten Karanganyar tercatat pada angka 9,76 persen atau sekitar 88,6 ribu orang. Sedangkan untuk stunting di daerah tersebut tercatat sebanyak 22,3 persen pada 2022.
Sementara untuk Kabupaten Cilacap, kemiskinan ekstrem masih 11 persen pada 2022.
Sedangkan untuk angka stunting berada pada angka 17,6 persen.
“Masalah kemiskinan ekstrem dan stunting yang harus ada langkah-langkah konkret di masyarakat," tegas Nana. (*/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono