RADARSOLO.COM - Ada kisah unik dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja ( PPPK ) Ponorogo yang dilangsungkan di Wisma Haji Kota Madiun.
Salah satu kisah unik tersebut adalah ditemuinya peserta yang kedapatan membawa jimat.
Dilansir dari Radar Madiun, hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM ) Ponorogo Andi Susetyo.
Jimat yang ditemukan diungkapkannya berupa kertas bertuliskan arab 'gundul' diikat tali rambut.
"Barang-barang seperti ikat rambut memang dilarang masuk saat ujian. Hanya kami temukan (jimat, Red) di hari pertama saja, dua hari sisanya tidak ada,’’ ungkap Andi Susetyo.
Sebagai bentuk penindakan, petugas menyita jimat tersebut karena peserta tidak diizinkan membawa barang-barang di luar ketentuan.
Seperti yang diketahui, barang-barang yang diperbolehkan untuk dibawa peserta tes seleksi PPPK ke ruang ujian hanya kartu ujian, KTP, dan alat tulis.
Meskipun begitu, peserta tidak dinyatakan gugur dan masih diizinkan untuk mengikuti tes seleksi PPPK.
Terkait peserta yang gugur, Andi mengungkapkan ada 19 orang yang sudah dipastikan gagal.
Kegagalan tersebut tidak lepas dari ketidakhadiran mereka dalam seleksi yang dilaksanakan.
"Yang tidak hadir otomatis langsung dinyatakan gugur," tambahnya.
Editor : Reinaldo Suryo Negoro