Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Quatly Kritisi Sistem Pertanian, Dorong Solusi Konkret

Damianus Bram • Jumat, 24 November 2023 | 21:57 WIB
DOKUMENTASI PRIBADI DIALOG: Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri saat serap aspirasi masyarakat  di Kecamatan Prambanan, Klaten.
DOKUMENTASI PRIBADI DIALOG: Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Quatly Abdulkadir Alkatiri saat serap aspirasi masyarakat di Kecamatan Prambanan, Klaten.

RADARSOLO.COM - Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri menilai sistem pertanian di Jawa Tengah dan Indonesia belum menguntungkan petani.

Persoalan seperti pupuk, bibit, mahalnya operasional hingga ketidakjelasan penjualan produk pertanian menyebabkan pendapatan petani masih begitu minim dan jauh dari kata sejahtera.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah lumbung pangan, Jawa Tengah mestinya menjadi provinsi paling makmur.

Sebab sebagian besar produk pertanian seperti beras, kedelai, hingga sayuran menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

”Pemerintah harus hadir menyelesaikan. Pupuk harus tercukupi. Saat panen, ada kepastian hasil pertanian dibeli oleh pemerintah. Pemerintah memiliki kemampuan untuk mendistribusikan. Kalau seperti itu, maka regenerasi petani akan berjalan,” jelas Quatly.

Saat dimintai tanggapan terkait calon presiden yang akan menghapus kartu tani, Quatly mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut.

Menurutnya, hak-hak warga negara seharusnya sudah terjamin tanpa adanya kartu tersebut. Lebih jauh, sistem pelayanan publik dengan kartu tersebut malah akan menambah beban APBD atau APBN.

”Seharusnya tanpa kartu itu pun sudah terpenuhi. Kartu tani saya dengar sebagian tidak berfungsi. Entah tidak bisa digunakan, sarananya tidak ada, entah barang tidak ada,” ujar Quatly.

Quatly menambahkan, jaminan kesejahteraan seharusnya disalurkan secara strategis hingga terasa manfaatnya, jangan hanya bersifatsimbolis.

”Harusnya KTP saja sudah cukup, intinya bukan kartunya, simbol-simbol kampanye, tapi merujuk pada konstitusi bangsa untukmenyejahterakan kehidupan bangsa,” sambung Quatly.

Saat ditanya perihal kriteria calon Gubernur Jateng kedepannya, Quatly mengatakan harus memahami masalah Jateng dan mampu membuat program sebagai jalan keluarnya. 

Jangan sampai program yang dibuat hanya berdasarkan keinginan dan bukan kebutuhan masyarakat Jateng.

Quatly menekankan, gubernur kedepannya harus membuat program yang realistis terhadap kemampuan APBD dan birokrasi.

”Tidak usah muluk-muluk, janji sana janji sini malah tidak terpenuhi. Buat program yang realistis terhadap kemampuan APBD dan birokrasi, jangan kecewakan masyarakat,” tandas Quatly. (adv-nif)

Editor : Damianus Bram
#Wakil Ketua DPRD Jateng #Quatly Abdulkadir Alkatiri #petani #lumbung pangan