RADARSOLO.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi keberlanjutan program andalan pemerintahan Jokowi pasca Pemilu 2024 nanti, yakni program Kartu Prakerja.
Airlangga mengatakan, anggaran kartu prakerja di tahun 2024 telah disiapkan. Namun kelanjutan program ini bergantung pada Pemilu tahun depan.
"Tahun 2024 (kartu prakerja) sudah dianggarkan. Jadi tentunya nanti kita lihat kelanjutan dari kartu ini. Karena ini kan sebagian besar dibiayai oleh pemerintah. Dan agenda pemerintah agenda tahunan," kata dia saat ditemui awak media di Ono Solo Cafe, Selasa (5/11).
Menurutnya, program kartu prakerja terbukti jelas memberi manfaat bagi masyarakat. Tercatat sampai dengan saat ini, lebih dari 17 juta orang terdaftar dan mengikuti program yang diluncurkan sejak 2020 ini.
"Tadi sudah disampaikan oleh para peserta maupun lembaga pelatihan, mereka mendapatkan manfaat dari kartu prakerja. Kartu prakerja sekarang sudah dinikmati lebih dari 17 juta. Kita sudah mulai yang sistem offline itu lebih dari satu juta," lanjutnya.
Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyebut, kartu prakerja dibutuhkan untuk menyesuaikan antara pendidikan dan lapangan kerja. Melalui upaya retraining dan reskiling bagi masyarakat.
"Beberapa negara lain itu sudah memasukkan di kementeriannya untuk reskilling dan longlife learning. Jadi kalau kita mau mengikuti kebutuhan pekerjaan masa mendatang. Apalagi era digitalisasi, pelatihan melalui prakerja ini menjadi sangat penting," tukasnya.
Disinggung kembali terkait jaminan program prakerja dilanjutkan atau tidak, Airlangga menyebut, pihaknya menunggu keputusan hasil pemilu 2024.
"Tahun depannya kan juga tergantung dari pembahasan anggaran di tahun 2024, jadi tunggu Pemilu dulu," imbuhnya. (ul)
Editor : Damianus Bram