RADARSOLO.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menggunakan masker.
Imbauan ini menyusul temuan kasus pneumonia di Tanah Air, yakni dilaporkan terjadi DKI Jakarta.
Kasus pneumonia belakangan menjadi perhatian banyak negara setelah kabar lonjakan penyebarannya yang cukup besar di China. Penyakit itu banyak menjangkiti anak-anak.
"Sudah ada laporan lisan dari fasilitas kesehatan (faskes) dan saat ini sedang dalam tahap konfirmasi oleh Dinkes DKI Jakarta. Masyarakat diimbau memakai masker sebagaimana mestinya," tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi, Selasa (5/12), dilansir dari Antara.
Kemenkes masih mengonfirmasi terkait jumlah pasien yang dirawat terkait kasus pneumonia di DKI tersebut.
Namun berdasarkan informasi dari fisilitas kesehatan terkait, kata Imran, pasien mengalami gejala ringan dan sedang dirawat jalan.
Diterangkan Imran, mycoplasma, bakteri penyebab utama wabah pneumonia pada anak-anak di China merupakan bakteri umum yang mengakibatkan infeksi pernapasan sebelum Covid-19.
Dia menyebut, mycoplasma memang menjadi kasus terbanyak pada kasus pneumonia di Negeri Tirai Bambu itu.
"Mycoplasma itu bakteri, bukan virus, dan merupakan penyakit penyebab umum infeksi pernapasan sebelum masa Covid-19," terang Imran.
Lebih lanjut, mycoplasma adalah penyebab umum influenza dan penyakit paru, dengan kejadian 8,6 persen.
Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terjadi peningkatan kasus mycoplasma pneumoniae sejak Mei 2023 di China.
"WHO mendeteksi adanya sinyal pneumonia belum terdiagnosis, utamanya pada anak yang dipublikasikan di jurnal Promed pada 22 November 2023. Tiga dari empat pasien didiagnosis terinfeksi mycoplasma, selain ada pengaruh lainnya seperti SARS-COV dan influenza," tandas dia. (antara/ria)
Editor : Syahaamah Fikria