Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Bergerak Selamatkan Lingkungan, Pemprov Jateng dan KLHK Tanam 3.400 Bibit Pohon di Kecamatan Getasan

Tri wahyu Cahyono • Senin, 1 Januari 2024 | 13:00 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Dirjen PDASRH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Dyah Murtiningsih tanam pohon di di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Dirjen PDASRH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dyah Murtiningsih tanam pohon di di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

RADARSOLO.COM-Upaya konkret dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dalam mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Yakni dengan melaksanakan penanaman pohon serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 30 Desember 2023.

Kegiatan ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan penanaman secara massif menggerakkan seluruh elemen masyarakat.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menjelaskan, di wilayah Jateng, penanaman pohon serentak dipusatkan di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dengan luas lahan 60 Hektare.

Desa Tajuk merupakan lokasi kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan wilayah BPDAS Pemali Jratun di Taman Nasional Gunung Merbabu

Bibit yang ditanam yakni puspa, tengsek, wilodo, samber nyawa, beringin, Aren, jambu biji, dan salam.

"Jumlah total bibit sebanyak 3.400 batang yang berasal dari persemaian permanen BPDAS Pemali Jratun, Persemaian Dinas LHK Jateng dan para penangkar bibit endemik Taman Nasional Gunung Merbabu," ujar Nana Sudjana.

Kegiatan tersebut diikuiti 450 orang. Terdiri dari unsur UPT KLHK, organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang, masyarakat, dan para relawan Taman Nasional Gunung Merbabu.

Ditambahkan Nana Sudjana, pihaknya juga melaporkan kegiatan penyerahan petikan SK Menteri LHK tentang Penetapan Green Ambasador.

Penyerahan SK Menteri LHK tentang Penetapan Green Ambassador merupakan kelanjutan dari wisuda dan pengukuhan Green Youth Movement menjadi Green Ambassador yang telah dilaksanakan 16 November 2023 di Jakarta.

Menteri LHK Siti Nurbaya telah mewisuda Green Ambassador sebanyak 1990 orang. Terdiri dari peserta Green Youth Movement sebanyak 1979 orang, dan 11 orang kader konservasi.

Para Green Ambassador ini merupakan generasi muda yang akan menjadi pioner hebat, agen perubahan dan pemimpin masa depan yang penuh kreativitas, produktif, inovatif dan berdedikasi untuk melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan.

Melalui para ambassador ini diharapkan dapat menjadi penggerak upaya pemulihan lingkungan dan kehutanan yang lebih masif, inklusif, dan inovatif, sehingga bumi dapat kembali pulih dan nyaman untuk ditinggali bagi semua.

Diketahui, penanaman pohon serentak ini dilakukan di setiap provinsi yang dipimpin pejabat KLHK pusat dan daerah, dengan melibatkan UPT KLHK, Dinas LHK, aparatur sipil negara, dan masyarakat.

Agenda itu bukan hanya seremonial, tapi juga dilanjutkan dengan pemeliharaan. Hal ini mengingat pentingnya keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam, ketahanan pangan, energi, dan tentunya kesejahteraan seluruh makhluk hidup.

Siti Nurbaya mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa sekarang ini dunia secara global sedang menghadapi triple planetary crisis, berupa perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati.

Tiga hal tersebut saling terkait dan sangat mendesak untuk segera diatasi bersama dengan mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerjasama semua pihak.

"Dampak nyata perubahan iklim yang telah nyata kita rasakan di tingkat tapak, regional dan global. Antara lain, pertama, keterlambatan musim tanam, gagal panen, meningkatnya wabah dan hama tanaman serta penurunan produktivitas tanaman," terang menteri LHK dalam rilis yang diterima radarsolo.com, Minggu (31/12/2023).

"Kedua, meningkatnya tinggi permukaan air laut dan hilangnya daratan. Ketiga, meningkatkan kejadian bencana hidrometeorologis; dan keempat, meningkatkan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati," imbuh Siti Nurbaya.

Sebab itu, KLHK melalui program penanaman pohon serentak mengajak semua pihak memelihara pohon serta meningkatkan tutupan lahan sebagai bagian dari komitmen menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FoLU Net Sink 2030. (*/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#KLHK #penanaman pohon #pemprov jateng #Nana Sudjana