RADARSOLO.COM - Selain soal gagasan, paparan dan pernyataan yang cukup seru, ada satu hal yang tak kalah menarik dari ketiga calon presiden (capres) dalam debat ketiga pilpres, Minggu (7/1) lalu. Yakni soal gaya fashion mereka.
Diketahui, masing-masing capres, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo memamg memiliki style fashion masing-masing, sejak mereka mengikuti debat pertama yang digelar Desember 2023 lalu.
Dilansir dari Antara, pengamat mode sekaligus perancang busana dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lisa Fitria mengatakan, fashion jadi sarana bagi politikus dalam mengkomunikasikan pesan kepada masyarakat atas langkah politiknya.
Hal itu juga dilakukan oleh Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo dalam debat capres, kemarin.
Ada pesan-pesan tersembunyi yang ingin disampaikan oleh ketiga capres lewat gaya fashion atau berbusana mereka.
Satu capres yang terlihat berbeda dalam debat kemarin adalah Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD.
Mereka mengenakan kemeja putih, dasi dan celana panjang warna khaki. Penampilan mereka disempurnakan dengan jaket bomber warna hijau army.
Ganjar pun menamai tampilan tematiknya dengan nama "Top Gan".
Sebagai pengamat mode, Lisa menuturkan, Ganjar dan Mahfud Md konsisten menjaga gayanya untuk terus berpenampilan tematik dan eye catching dari debat pertama, kedua hingga ketiga pada kemarin malam.
"Gaya mereka itu memang konsisten tematik. Karena tema debat ketiga ini lebih membahas pertanan nasional, hubungan internasional dan geopolitik, maka itu juga yang membuat mereka mengambil military look," kata Lisa Fitria.
Tampilan itu, lanjut dia, kental dipengaruhi oleh gaya berbusana Tom Cruise dalam film aksinya "Top Gun".
Jaket bomber warna army dengan beragam patch sebagai aksen, membawa pesan yang penting.
Patch-patch itu bertuliskan pesan utama serta program-program yang ingin diusung pasangan nomor urut tiga terkait dengan tema yang dibawakan.
Di antaranya ada kata-kata "Sat-Set", "Tas-Tes", "Geopolitik Progresif", "Kuliah Gratis Anak Prajurit dan Bhayangkara", hingga "Modernisasi Pertahanan Sakti".
Di samping itu, Lisa menyebutkan gaya kekinian dalam debat ketiga tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya Ganjar dan Mahfud Md dalam menjaring para pemilih muda yang berasal dari generasi Z dan milenial.
"Dan saya lihat konsisten dengan kampanyenya mulai dari konten kreatif, dan grafis-grafis yang digunakan itu memang mengarah ke Gen Z. Mungkin karena keduanya sudah berumur, jadi gaya berpakaian mereka juga dibuat seperti muda," terang Lisa.
Adapun dua capres lain memilih untuk tetap konsisten dengan gaya fashion mereka. Namun, hal itu pun cukup menarik dikulik.
Misal capres Anies Baswedan dan Cawapres Muhaimin Iskandar yang masih setia dengan setelan jas hitam dan kemeja putih.
Dikatakan Lisa, jas hitam dan kemeja merupakan tampilan yang memang awam dipakai oleh pejabat secara global dalam acara-acara resmi.
Artinya, ucap Lisa, Anies dan Cak Imin memang memposisikan diri dengan gaya formal untuk menunjukkan mereka adalah birokrat dan negarawan yang sejajar dengan pejabat dari negara-negara lainnya.
"Itu alasannya untuk konsisten menggunakan jas seperti dalam acara-acara resmi,"katanya.
Adapun penampilan Anies kemarin yang tak mengenakan peci, menurut Lisa, itu sebagai pesan bahwa pasangan nomor urut satu juga ingin menggaet kalangan yang lebih luas yang merupakan nonmuslim.
"Ini untuk memberikan tampilan yang lebih universal, untuk menggaet suara dari pengikut non Islam karena kan rakyat Indonesia memang dari beragam agama juga," papar dia.
Konsistensi gaya dari debat ke debat juga dibawa oleh Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Begini Serunya Nobar Debat Capres ala G-Nesia di Kota Solo
Ya, mereka bersama para tim kampanye memang telah memiliki semacam seragam, yakni kemeja warna biru langit dan celana hitam.
Kemeja biru langit itulah yang selalu dikenakan Prabowo maupun Gibran dalam tiga kali debat pilpres.
Hal itu, menurut Lisa, tak lepas dari target Prabowo-Gibran yang ingin menggaet suara dari generasi muda. Sehingga mereka memilih tetap tampil simpel dengan paduan kasual, merakyat dan sederhana.
Selain itu, gaya tersebut juga sengaja dipilih untuk menunjukkan pesan bahwa Prabowo ingin melakukan program yang keberlanjutan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Di mana selama ini Presiden Jokowi dikenal dengan tampilannya yang sederhana, memakai kemeja putih dan celana hitam.
Warna biru langit yang dipilih Prabowo dan Gibran juga bermakna kesetiaan, keterbukaan, dan kebebasan sesuai dengan pesan politik yang ingin diusung mereka.
"Nah karena wakil dari Prabowo juga generasi muda, maka gaya kasual dan simpel ini dipilih untuk bisa mencitrakan 'gue tuh tua umur tapi cara berpikirnya tetap muda.' Maka dari itu, dia tampil dengan gaya seperti itu yang menjadi komunikasi penting dalam politik beliau," terang Lisa. (antara/ria)
Editor : Syahaamah Fikria