RADARSOLO.COM - Gunung Semeru tercatat mengalami 19 kali gempa letusan dalam kurun waktu enam jam, mulai pukul 00.00 - 06.00 WIB pada Senin (22/1).
Berdasarkan pengamatan kegempaan di Pos Pengamatan Gunung api Semeru, gempa letusan memiliki amplitudo 10-21 mm.
"Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur," ujar Yadi.
Sebelumnya, gempa letusan hingga 69 kali tercatat terjadi di Gunung Semeru pada Minggu (21/1). Dengan periode pengamatan pukul 00.00 - 24.00 WIB
Selain itu, di hari yang sama juga terjadi tiga kali gempa guguran, 13 kali gempa embusan, dua kali harmonik, satu kali gempa vulkanik, dan empat kali gempa tektonik jauh.
Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, status Gunung Semeru hingga kini masih pada level III atau siaga.
Masyarakat diimbau agar tak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Masyarakat juga diminta tak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
Wilayah itu berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
"Selain itu, dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujar dia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria