RADARSOLO.COM - Sebuah video viral beredar di media sosial. Dalam video viral tersebut, menunjukkan seorang bayi lahir dengan keberadaan kondisi fisik yang langka.
Seperti dilansir dari JawaPos.com, dalam video viral tersebut, terlihat kedua tangan dan kaki bayi tersebut memiliki enam ruas jari.
Video yang diduga terjadi di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura tersebut, diduga pertama kali diunggah oleh akun TikTok @intannovita005 pada Sabtu (27/1/2024) kemarin.
Dalam video yang tersebar, tampak seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang tengah tertidur pulas.
Si perekam video pun tampak menunjukkan jemari lucu sang bayi mungil tersebut.
“Masya Allah bayi lucu lahir dengan 6 jari, Allahuakbar,” tulisnya dalam keterangan video.
Hingga kini, video viral tersebut sudah ditonton sebanyak 8,5 juta kali oleh pengguna TikTok.
Sementara diketahui, kondisi langka itu disebut dengan Polidaktili, dimana sang penderita terlahir dengan kondisi jari tangan atau jari kaki yang berlebih.
Dikutip surabayaorthopedi.com, kondisi langka ini terjadi pada 1 dari 1000 bayi yang lahir di dunia dan lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibanding perempuan.
Diketahui, kelebihan jari tersebut, umumnya tumbuh di sebelah jari kelingking atau di kaki jari kelima.
Kelainan polidaktili dapat dideteksi pada kandungan trimester awal atau usia kandungan tiga bulan melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG).
Sementara bagi bayi yang sudah lahir, diagnose dapat dilakukan dengan tes rontgen atau x-ray.
Diketahui, kebanyakan kelahiran dengan kasus tersebut terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun besar kemungkinan, hal tersebut terjadi karena faktor genetik dari orang tua.
Sementara untuk menanganinya, kebanyakan dokter akan melakukan operasi atau pembedahan.
Dan pada kasus yang tak terlalu rumit, dokter akan melakukan pemotongan suplai darah dengan cara mengikatkan tali ketat, sehingga jari dapat lepas secara alami.
Akan tetapi, tetap harus diingat, bahwa setiap penanganan pada kasus tersebut harus berdasar pada rekomendasi dokter terkait. (jpg/dam)
Editor : Damianus Bram