RADARSOLO.COM - Viral misteri lambaian tangan dengan pose dua jari dari balik jendela mobil Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi saat melintas di Salatiga, Jateng, beberapa waktu lalu, masih berbuntut panjang.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melakukan pemeriksaan terhadap Jokowi maupun Iriana Jokowi.
"Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 282 sudah sangat jelas mengatur, dan menurut saya Bawaslu wajib mengambil sikap (memeriksa Presiden Jokowi dan Iriana) sesuai tugas, pokok dan fungsinya," kata Junimart, Senin (29/1), dilansir dari JawaPos.com.
Dia menegaskan, mobil kepresidenan merupakan fasilitas negara yang tidak boleh digunakan untuk kampanye.
Sehingga dia meminta, kasus tangan pose dua jari dari jendela mobil RI 1 itu harus diusut tuntas.
"Mobil kepresidenan itu adalah fasilitas negara, tidak boleh dipergunakan dengan alasan apapun untuk berkampanye dalam bentuk dan sifat bagaimana pun," tegas politikus PDIP itu.
Sebelumnya, Jaringan Aktivis Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Ganjar-Mahfud (Jarnas Gamki Gama) juga telah mengadukan Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi ke Bawaslu RI, Jumat (26/1).
Aduan itu terkait munculnya pose dua jari yang diduga untuk mendukung pasangan calon tertentu.
Menanggapi aduan dan desakan pemeriksaan terhadap Jokowi dan Iriana, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mempersilakan Bawaslu untuk menilai kasus tersebut.
"Biarkan itu dilihat oleh Bawaslu, ya," kata Ari, Senin, dilansir dari Antara.
Ari mengatakan, agenda kunjungan kerja Jokowi ke berbagai daerah di Indonesia merupakan upaya untuk menyapa dan mendekatkan diri dengan masyarakat.
Terkait tudingan yang dilontarkan sejumlah kalangan dari kegiatan itu, kata Ari, merupakan dinamika di tahun politik.
"Kita cek saja seperti apa kejadian sebenarnya," kata dia.
Lebih lanjut, terkait aduan atau pelaporan kepada Bawaslu, lanjut dia, merupakan salah satu instrumen hukum yang disediakan dalam konteks demokrasi.
"Pelaporan satu hal yang tersedia ruangnya dalam konteks demokrasi. Presiden, dalam setiap kunjungan, selalu ingin berinteraksi menyapa masyarakat," jelasnya.
Ari pun menepis pose dua jari saat kunjungan di Salatiga tersebut sebagai bentuk afiliasi atau dukungan Jokowi kepada pasangan capres-cawapres tertentu.
"Dari sekian ratus, bahkan ribuan, kunjungan, beliau tidak pernah, beliau lakukan selalu diasosiasikan upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dengan menyapa masyarakat," ujar Ari. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria