Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Masa Tenang Pemilu, Bulog Pastikan Tak Ada Kegiatan Pembagian Bantuan Pangan

Iwan Kawul • Jumat, 2 Februari 2024 | 01:53 WIB

 

BERBONDONG: Ratusan warga menenteng paket bantuan pangan di halaman Gudang Bulog Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, kemarin (1/2).
BERBONDONG: Ratusan warga menenteng paket bantuan pangan di halaman Gudang Bulog Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, kemarin (1/2).

RADARSOLO.COM – Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menegaskan, tidak ada penyerahan bantuan pangan di masa tenang jelang Pemilu 2024.

Hal ini disampaikan Bayu, usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan bantuan pangan di Gudang Bulog Telukan, Kecamatan Grogol, Kamis (1/2).

Bayu menjelaskan, meski menyetop bantuan pangan selama masa tenang kampanye, bulog sudah menyiapkan sejumlah program pangan hingga Juni mendatang. Mengingat stok beras yang dimiliki Bulog masih mencukupi. 

“Kami sudah menghitung ketersedian stok. Jumlahnya sangat cukup untuk melaksanakan program bantuan pangan sampai Juni. Sekaligus kami menjaga stok di Bulog,” kata Bayu kepada RadarSolo.com.

Terkait harga beras yang cukup tinggi, Bayu mengaku karena belum memasuki musim panen. Sehingga stok beras masih sedikit.

Untuk menekan kenaikan harga beras, akan dioptimalkan dengan mengebut penyaluran bantuan pangan. Termasuk program stabilitas pasokan harga pangan (SPHP).

“Saat ini stoknya total 880 ribu ton di gudang. Masih ada kira-kira 400 ribu ton yang sedang dalam perjalanan antarpulau. Jadi total kira-kira 1,25 juta ton stok yang ada di Bulog. Jumlahnya sangat mencukupi untuk memenuhi bantuan pangan dan SPHP,” papar Bayu.

Sebelumnya, Jokowi belum bisa menjanjikan bantuan beras 10 kilogram (kg) setelah Juni. Karena bantuan pangan baru dianggarkan pada semester pertama tahun ini.

“Jadi Februari, Maret, April, Mei, dan Juni dapat lagi. Setelah itu dihitung lagi. Kalau APBN saya lihat ada kesempatan lagi. Bisa, tapi saya tidak janji. Janjinya sampai Juni. Semoga nanti ada ruang lagi. Bisa tambah di bulan berikutnya,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengklaim, bantuan pangan beras 10 kg ini hanya ada di Indonesia. Sebagai upaya menekan tingginya harga beras.

Bantuan pangan ini berkolaborasi dengan bantuan langsung tunai (BLT) El Nino.

Mengingat fenomena El Nino kemarin menyebabkan kemarau panjang. Sehingga mengganggu pasokan beras dunia.

Akibatnya, negara produsen beras menghentikan ekspor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Suplai beras yang berkurang membuat harga beras naik.

“Harga beras memang belum normal. Itu terjadi di semua negara. Tapi negara lain tidak ada bantuan beras. Tidak ada. Hanya di Indonesia,” imbuh Jokowi. (kwl/fer)

Editor : Damianus Bram
#Pemilu 2024 #jokowi #bantuan pangan #Presiden Joko Widodo #bulog