RADARSOLO.COM – Polisi mengungkap penyebab kecelakaan bus pariwisata Saestu Trans yang membawa rombongan wisata perusahaan percetakan asal Sukoharjo di Jalan Imogiri-Dlingo, Kamis (8/2) siang.
Tepatnya di tanjakan Griya Bakti, kawasan Bukit Bego, Imogiri, Bantul.
Kapolres Bantul Michael R. Risakotta mengatakan, bus pariwisata Saestu Trans berplat nomor E 7607 V itu mengangkut 53 penumpang.
Rombongan wisata dari perusahaan percetakan asal Dusun Kesongo, Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.
Berdasarkan laporan petugas, kecelakaan bermula saat bus pariwisata hendak menuju Pantai Parangtritis, usai berwisata ke Puncak Becici.
Atau melaju dari arah timur (atas) ke barat (turun).
"Saat mendekati di TKP, bus banting stir ke kanan. Kemudian jatuh ke sebelah kiri dan terseret ke bawah. Sehingga terjadilah kecelakaan tersebut,” tutur Michael, dilansir dari Radar Jogja.
Posisi akhir bus usai mengalami kecelakaan, terguling miring ke kiri.
“Saat petugas mengecek, bus yang mengalami kecelakaan dalam posisi gigi netral,” ucap kapolres.
Berdasarkan keterangan resmi polisi, kecelakaan bus pariwisata itu mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia.
Sementara itu, 37 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Serta 14 orang dalam keadaan sehat.
"Yang meninggal cedera kepala berat, yang dibawa evakuasi ada luka berat di kaki," ujar Michael.
Adapun kondisi bus pariwisata mengalami rusak pada kaca depan dan samping kiri pecah.
Bus telah dibawa ke Mapolres Bantul untuk proses penyelidikan lebih lanjut Unit Satlantas Polres Bantul.
Terpisah, Kasi Ops SAR DIJ Distrik Bantul Bondan Supriyanto menuturkan, jalur jalan yang menjadi lokasi kecelakaan sebenarnya layak untuk dilalui kendaraan.
Termasuk untuk kendaraan roda besar seperti bus.
Hanya saja, persoalan yang sering terjadi adalah disebabkan teknis kendaraan dan human error.
Seperti sopir yang tidak hafal medan.
Diketahui, bus pariwisata yang dikemudikan warga asal Karanganyar berusia 24 tahun itu melaju kencang dari atas, sebelum kecelakaan terjadi.
“Setelah dicek kondisi bus aman dan rem normal, kondisinya masih layak jalan," papar Bondan.
Sehingga diduga kecelakaan terjadi karena sopir yang tidak hafal jalan dan ugal-ugalan. (tyo/ria)
Editor : Syahaamah Fikria