Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menanggapi Hasil Quick Count Pilpres 2024, Anies Masih Tunggu KPU, Ganjar Ungkap Dugaan Kecurangan

Damianus Bram • Kamis, 15 Februari 2024 | 21:12 WIB
Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersama keluarganya menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 2024 di TPS 11, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2024).
Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo bersama keluarganya menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 2024 di TPS 11, Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/2/2024).

RADARSOLO.COM - Menindaklanjuti hasil quick count Pilpres 2024, Capres nomor urut 1 Anies Baswedan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan hasil penghitungan suara sementara.

”Kita tunggu sampai penghitungan (suara) KPU selesai, jangan buru-buru. Masih panjang, ngapain buru-buru,” tuturnya. 

Dilansir dari JawaPos.com, Anies yang berduet dengan Muhaimin menyatakan tetap ingin berpikir positif.

Mengenai hasil quick count yang menunjukkan perolehan suaranya terpaut jauh dari Prabowo-Gibran, mantan gubernur Jakarta itu tidak ingin tergiring.

Dia tetap memilih menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU. ”Sekarang kasih waktu KPU untuk bekerja, jangan tergiring. Sekarang tunggu sampai KPU tuntas,” ujarnya.

Terpisah, Kapten Timnas Pemenangan Amin M. Syaugi Alaydrus menyebut hasil quick count masih sangat awal.

Dia menegaskan, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu penghitungan real count dari KPU.

”Kami akan menunggu sampai selesai hitungan real count (KPU) tersebut,” kata mantan kepala Basarnas itu.

 

Sementara itu, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo juga merespons hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Dia meragukan perolehan suara yang diraih pasangan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024.

Ganjar menyatakan, pihaknya akan terus mengikuti pemberitaan di media.

”Tenang, semuanya. Kita akan mengikuti semua apa yang diberitakan dan tentu penghitungan akhir nanti sampai Maret,” terangnya di Posko Relawan Ganjar-Mahfud MD, Jalan Teuku Umar Nomor 9, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, saat ini para saksi dari partai politik pengusung bekerja untuk mengumpulkan data. Mereka tetap semangat bekerja. "Tidak ada perjuangan yang sia-sia," tegas Ganjar. 

Menurut Ganjar, semua hasil perolehan suara sedang diakumulasi partai, khususnya PDI Perjuangan (PDIP).

”Kita tunggu saja. Nanti yang sifatnya teknis kawan-kawan TPN yang sedang menyiapkan,” bebernya.

Saat ditanya tentang hasil hitung cepat yang menunjukkan kemungkinan pilpres satu putaran, Ganjar balik bertanya.

”Kamu percaya nggak suara saya segitu?” ungkap mantan gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut.

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Arsjad Rasjid menambahkan, publik tentunya tidak bisa mengabaikan laporan dan bukti yang menunjukkan bahwa pasangan 03 sudah menjadi target dari berbagai bentuk kecurangan dan intimidasi.

Menurut dia, kecurangan-kecurangan itu adalah serangan terhadap proses demokrasi. Dia menyerukan agar setiap tindak kecurangan diselidiki secara menyeluruh.

 

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi menyampaikan, perolehan itu jelas luar biasa.

”Karena survei terakhir memang ada indikasi kenaikan suara Prabowo-Gibran, tetapi banyak yang tidak mengira, termasuk saya, bahwa Prabowo bisa menang di Kandang Banteng (Jawa Tengah),” ungkap Burhan dalam dialog yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube IPI kemarin. 

Keunggulan Prabowo-Gibran di Jawa Tengah bahkan melebihi hasil survei terakhir yang dirilis IPI.

Burhan menjelaskan, sejak akhir Januari sampai awal Februari, IPI memang mendapati hasil survei pilpres di Jawa Tengah dimenangkan Prabowo-Gibran.

Namun, gap persentase suara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 dengan nomor urut 03 tidak lebih dari 8 persen.

”Jadi, data quick count di Jawa Tengah itu suara Pak Prabowo 53,06 persen. Kemudian, disusul Mas Ganjar 34,45 persen,” jelas dia.

Keunggulan Prabowo-Gibran di Jawa Tengah, lanjut Burhan, tidak terlepas dari pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut dia, secara formal yang menang di sana memang Prabowo-Gibran. Namun, secara simbolis keunggulan pasangan tersebut di Jawa Tengah menunjukkan bahwa Presiden Jokowi menang di sana.

”Terlepas dari apa pun sebabnya. Apakah efek bansos, efek personality, efek approval rating,” ujarnya.

 

Menurut Burhan, ada migrasi suara yang cukup besar dari kubu 03 ke 02. Semua itu tidak terlepas dari peran Jokowi. Akibatnya, suara Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah tergerus.

Tidak hanya unggul di Jawa Tengah, hasil quick count IPI menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran juga unggul di dua provinsi besar lainnya, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Keunggulan mereka di Jawa Timur bahkan cukup signifikan. Yakni, 65,3 persen.

”Jawa Timur saya sebut penting karena tidak ada capres yang menang secara nasional tanpa memenangi Jawa Timur. Sejak 2004,” tegasnya. (far/tyo/lum/syn/c14/ttg)

Editor : Damianus Bram
#Pemilu 2024 #anies baswedan #pilpres #Prabowo-Gibran #capres #ganjar pranowo #quick count