Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Update Daftar Petugas KPPS Meninggal dalam Pemilu 2024, Kelelahan di TPS hingga Kecelakaan saat Antar Logistik

Syahaamah Fikria • Jumat, 16 Februari 2024 | 05:18 WIB
Pelayat di rumah duka Dewi Indrayani Koesnadi, anggota KPPS TPS 04 Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
Pelayat di rumah duka Dewi Indrayani Koesnadi, anggota KPPS TPS 04 Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.

RADARSOLO.COM - Meski telah dilakukan berbagai antisipasi, namun pelaksanaan Pemilu 2024 ini tak lepas dari kabar petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Jumlah petugas KPPS meninggal juga terus bertambah pada Kamis (15/2), atau sehari pasca pencoblosan Pemilu 2024.

Petugas KPPS yang meninggal ada yang mengalami sakit karena kelelahan maupun kecelakaan, baik saat persiapan jelang pencoblosan, saat hari H maupun pasca pemilu.

Anggota KPU RI Idham Holik membenarkan informasi terkait adanya petugas KPPS di beberapa daerah yang meninggal dunia.

1. Rita Setyaningsih, Petugas KPPS di Magetan

Seorang anggota KPPS di Magetan, Jawa Timur atas nama Rita Setyaningsih, 41, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (12/2).

Warga Maospati, Magetan itu meninggal diduga akibat kelelahan setelah mengikuti serangkaian kegiatan persiapan pemilu selama tiga hari berturut-turut.

Yakni sejak Jumat (9/2) hingga Minggu (11/2) malam.

Rita yang meninggal setelah mengikuti rapat KPPS untuk persiapan pemilu diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Rita merupakan anggota KPPS di TPS 014 Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Magetan. Sempat mengeluhkan pusing, tangan sebelah kanan kaku dan tangan sebelah kiri lemas.

2. Dul Hanan, Ketua KPPS di Banyuwangi

Dul Hanan, 50, Ketua KPPS di TPS 18 Desa/Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi meninggal dunia, Rabu (14/2) sore.

Ketua KPPS itu meninggal diduga karena kelelahan melaksanakan tugas dalam Pemilu 2024.

Anggota PPS Desa/Kecamatan Singojuruh, Abdul Konik mengatakan, pada Rabu sekira pukul 16.00 WIB, di TPS Dul Hanan masih berlangsung proses penghitungan satu jenis surat suara. Yakni capres-cawapres.

"Selesai menghitung surat suara, Dul Hanan mengeluh pusing dan sesak napas. Ia meminta untuk diantarkan periksa ke puskesmas," kata Abdul Konik.

Usai dari puskesmas, kondisi Dul Hanan bertambah memprihatinkan dan napasnya tersengal-sengal.

Dia akhirnya dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

Di rumah sakit, Dul Hanan diberi bantuan oksigen. Kondisinya pun sempat membaik.

Namun, tak lama Dul Hanan kian kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

3. Satriawan, Petugas KPPS di Tangerang

Petugas KPPS di Tangerang, Banten bernama Satriawan, 44, meninggal dunia pada Rabu (14/2) malam.

Sebelum dinyatakan meninggal, petugas KPPS itu tak sadarkan diri. Teparnya saat proses penghitungan surat suara berlangsung.

Para petugas TPS langsung memberikan bantuan medis, dan membawanya ke klinik terdekat.

Namun, tak lama setelah diperiksa petugas kesehatan, Kondisi Satriawan kian kritis.

Hingga akhirnya anggota KPPS yang bertugas di TPS 86 Kelurahan Sindang Sari itu menghembuskan napas terakhirnya.

4. Dewi Indriyani, Petugas KPPS di Klaten

Daftar anggota KPPS meninggal di Pemilu 2024 bertambah dengan datangnya kabar duka dari Klaten.

Petugas KPPS yang bertugas di TPS 04 Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten atas nama Dewi Indriyani, 43, meninggal dunia pada Kamis (15/2) dini hari.

Camat Gantiwarno Retno Setyaningsih mengatakan, beberapa hari sebelum hari pencoblosan, Dewi yang punya riwayat penyakit gula itu memang sudah mengeluhkan sakit.

Meski demikian, Dewi dalam kondisi fit dan sehat saat bertugas di hari pemungutan suara, Rabu (14/2).

Hingga pada siang harinya, kondisi Dewi drop dan dilarikan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Di rumah sakit, petugas KPPS itu juga sempat menerima transfusi darah.

Dewi dinyatakan meninggal dunia saat proses transfusi darah.

5. Iyos Rusli, Ketua KPPS di Rawa Badak Utara, Jakarta Utara

Ketua KPPS di TPS 70 Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Iyos Rusli, 50, tiba-tiba merasa sakit saat melakukan penghitungan suara.

"Iya kami tadi sudah melayat ke rumah duka," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Gidion Arif Setyawan di Jakarta, Kamis.

Saat membacakan dan menghitung surat suara, Iyos tiba-tiba merasakan tidak enak badan.

Ketua KPPS itu kemudian pamit pulang ke rumahnya.

Iyos yang diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, meninggal pada Rabu (14/2) malam.

6. AJ, Petugas KPPS di Jakarta Pusat

Seorang petugas KPPS di Jakarta Pusat berinisial AJ, 24, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal saat hendak mengantarkan logistik dari Kelurahan Kebon Kacang ke Gelanggang Olahraga (GOR) Tanah Abang.

AJ yang berjenis kelamin laki-laki meninggal setelah sepeda motor bermuatan logistik yang dikendarai menabrak trotoar.

“Mungkin kelelahan sehingga hilang fokus lalu menabrak trotoar,” jelas Ketua KPU Kota Jakarta Pusat Efniadiansyah.

7. Teguh Joko Pratikno, Petugas KPPS di Kendal

Teguh Joko Pratikno, 43, anggota KPPS di TPS 011 Kelurahan Curugsewu, Kendal, meninggal dunia saat bertugas dalam penghitungan suara Pemilu 2024.

Petugas KPPS itu meninggal saat proses rekapitulasi perhitungan suara di TPS pada Rabu (14/2) jelang tengah malam.

Saat kejadian, korban sedang mengurus administrasi rekapitulasi hasil perhitungan suara bersama anggota KPPS yang lain.

Teguh Joko sempat terjatuh dan kejang-kejang. Kemduain dilarikan ke puskesmas.

Namun, berdasarkan pemeriksaan petugas medis, Teguh Joko sudah meninggal saat di TPS.

8. Werman, Ketua KPPS di Kuantan Singingi, Riau

Ketua KPPS di Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Werma, 48, meninggal dunia saat bertugas pada Rabu malam (14/2).

Werman yang bertugas di TPS 01 Desa Teratak Jering, Kuantan Hilir Seberang meninggal diduga karena kelelahan.

Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Werman (48) meninggal dunia saat bertugas karena kelelahan, Rabu malam (14/2).

Dia meninggal di RSUD Teluk Kuantan.

9. Edi Gunawan, Petugas KPPS di Bener Meriah, Aceh

Anggota KPPS di Kabupaten Bener Meriah, Aceh bernama Edi Gunawan, dikabarkan meninggal dunia karena kelelahan bertugas, Kamis (15/2) siang.

Petugas KPPS yang bertugas di TPS 1 Desa Pemango, Kecamatan Permata Bener Meriah meninggal di puskesmas.

Awalnya, Edi memang dalam kondisi kurang sehat.

Namun, dia terus bekerja setelah sempat ikut membantu penghitungan suara hingga malam.

10. Wiliam Tandi, Petugas KPPS di Makassar

Petugas KPPS di Kecamatan Manggala, Makassar bernama Willian Tandi Paelongan, 24, dilaporkan meninggal dunia, Selasa (13/2).

Petugas KPPS yang bertugas di TPS 7 Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala itu diduga kelelahan usai menyebarkan undangan untuk pemilih.

Ayah Wiliam, Septandi mengatakan, sehari sebelumnya Wiliam membagikan surat undangan pemilih ke warga hingga malam.

Korban juga mencari alamat warga yang tidak tertulis di undangan pemilih.

Wiliam yang masih kuliah STIMIK Dipanegara sempat mengeluh tidak enak badan setibanya di rumah karena kondisi cuaca hujan.

11. Daliyah Salsabila, Petugas KPPS di Makassar

Satu lagi petugas KPPS meninggal di Makassar bernama Daliyah Salsabila, 24.

Korban bertugas di TPS 45 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

Dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bahagia Makassar pada Kamis (15/2) siang.

Daliyah kelelahan usai membagikan undangan pemilih. Dari hasil diagnosa, diduga mengidap maag akut.

12. Sinta Maharani, Petugas KPPS di Bogor

Seorang petugas KPPS di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Bogor bernama Sinta Maharani meninggal diduga karena sakit.

Sinta yang bertugas di TPS 7 Kampung Jambu, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng mengeluhkan sakit ketika sedang melakukan penghitungan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2).

Dia pun sempat diantar pulang lebih awal.

 

13. Mastur Safua, Petugas KPPS di Seram Bagian Timur, Maluku

Mastur Safua, petugas KPPS di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku meninggal dunia pada Rabu (14/2).

Petugas KPPS di TPS 2 Desa Kufar Bolomin meninggal diduga kelelahan saat menjalankan tugas pada Pemilu 2024.

Mastur sempat mengalami muntah darah saat sedang bertugas.

Dia kemudian diantar pulang ke rumahnya.

Setiba di rumah, Mastur dibawa keluarganya ke Puskesmas Air Kasar.

Namun di tengah perjalanan nyawa Mastur tak bisa tertolong.


14. Arman Ramansyah, Petugas KPPS di Tasikmalaya

Seorang petugas KPPS di Tasikmalaya bernama Arman Ramansyah, dilaporkan meninggal dunia saat bertugas.

Arman bertugas di TPS 1 Cipondok. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#kpu #KPPS MENINGGAL #kpps #kelelahan