Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Puasa juga Bermanfaat bagi Orang Punya Penyakit, Berikut Anjuran Dokter yang Perlu Diperhatikan

Syahaamah Fikria • Jumat, 8 Maret 2024 | 06:19 WIB
Ilustrasi puasa bagi orang sakit.
Ilustrasi puasa bagi orang sakit.

RADARSOLO.COM - Puasa Ramadhan tak hanya melatih kesabaran dengan imbalan pahala yang berlipat ganda.

Faktanya puasa juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan bagi orang yang punya penyakit.

Hal itu diungkapkan staf Bidang Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Ngabila Salama.

"Puasa menyehatkan badan. Kita yang sehat saja makin tambah sehat dengan berpuasa, teman-teman yang punya komorbid juga harus yakin puasa itu menyehatkan badan," kata Ngabila, Kamis (7/3), dilansir dari Antara.

Salah satu manfaat puasa bagi tubuh di antaranya adalah menstabilkan kadar tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta antioksidan dan anti peradangan.

Lalu, bagaimana dengan puasa untuk orang punya penyakit?

Dikatakan Ngabila, bagi orang-orang yang memiliki penyakit atau perlu perhatian khusus terkait kondisi kesehatannya, tetap bisa menjalankan puasa.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Konsultasi ke dokter atau faskes

Bagi penderita penyakit, tentu sebaiknya lebih dulu berkonsultasi dengan dokter atau di fasilitas kesehatan (faskes).

Konsultasi ini penting karena dokter akan memberikan saran terkait bagaimana pasien tersebut nantinya minum obat.

Misalnya, apakah yang bersangkutan tetap dianjurkan minum obat yang biasa dikonsumsi. Serta bagaimana dosis yang dianjurkan dan waktu mengonsumsinya.

Sebab, saat berpuasa tentu ada perubahan jam untuk makan, minum dan konsumsi obat.

Selain orang dengan penyakit, kelompok orang yang dianjurkan untuk konsultasi lebih dulu adalah ibu hamil dan ibu menyusui.

"Mereka butuh supervisi, kebutuhan nutrisi bagi janin juga harus dipenuhi," kata dia.

2. Perhatikan waktu sahur

Ngabila juga menyoroti soal waktu sahur puasa.

Dia menyebut, ada orang-orang yang biasa makan sahur lebih dini atau di waktu malam hari.

Terkait hal ini, dia menyarankan sahur harus dilakukan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Ini agar puasa dapat berjalan lancar hingga waktu berbuka.

Karena jika sahur lebih awal, maka waktu puasa dijalani lebih lama.

"Kalau sahur jam 12 malam artinya waktu puasa lebih dari 16 jam. Itu pasti lemas di siang hari karena puasa melebihi waktu seharusnya sekitar 14 jam," terang dia.

3. Konsumsi dengan Kadar Gula Terkontrol

Saat berbuka puasa, disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat dengan kadar gula terkontrol.

Beberapa makanan yang perlu dihindari atau dibatasi konsumsinya antara lain gorengan, minuman manis berpengawet, hingga air soda.

"Batasi gula, garam, dan lemak," kata Ngabila.

Dia menyebut, makanan dan minuman yang baik dikonsumsi adalah yang sesuai kebutuhan nutrisi harian.

Seperti nasi putih, lauk pauk, sayur, buah-buahan dan cukup minum air putih sebanyak 2 liter per hari.

"Konsepnya harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan lain-lainnya," katanya.

4. Tetap olahraga ringan

Meski berpuasa, diimbau untuk tetap melakukan aktivitas fisik atau berolahraga ringan.

Olahraga ringan ini bisa dilakukan dengan berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit atau sekitar 6.000 langkah per hari.

5. Pola hidup bersih

Pola hidup bersih dan sehat juga harus diterapkan, apapun kondisinya. Termasuk saat puasa Ramadhan.

Ini agar terhindar tubuh tetap sehat dan dari penyakit. Sehingga bisa fokus beribadah puasa.

"Kita harus tetap semangat menjalani aktivitas sehari-sehari tanpa merasa lemas," kata dia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #sahur #nutrisi #penyakit #ramadhan