Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bagaimana Hukum Mandi Keramas atau Padusan sebelum Puasa Ramadhan, Wajib atau Tidak?

Syahaamah Fikria • Sabtu, 9 Maret 2024 | 15:00 WIB

Ilustrasi mandi keramas.
Ilustrasi mandi keramas.

RADARSOLO.COM - Memasuki bulan puasa Ramadhan, banyak umat muslim yang menggelar tradisi bersih-bersih badan. Atau dalam masyarakat Jawa disebut padusan atau mandi keramas.

Padusan atau mandi keramas yang biasa dilakukan masyarakat Jawa jelang puasa Ramadhan bertujuan membersihkan segala kotoran, baik pada badan maupun jiwa.

Bulan puasa Ramadhan sendiri adalah bulan mulia yang dinanti-nantikan umat Islam.

Sehingga dalam menyambut datangnya bulan ini, umat Islam sangat antusias melakukan berbagai persiapan.

Termasuk melakukan mandi jelang puasa Ramadhan, yang disertai keramas.

Mandi yang dimaksud di sini adalah mandi sunnah yang dapat dilakukan setiap malam Ramadhan.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada amalan mandi wajib khusus di bulan Ramadhan atau menjelang puasa.

Sebab, mandi wajib atau disebut mandi junub hanya diwajibkan kepada umat Islam yang berhadas besar untuk mesucikan diri dari hadas besar.

Seperti setelah berhubungan badan, mimipi basah, haid, atau nifas bagi perempuan.

Mandi wajib atau mandi junub dilakukan sebelum melaksanakan ibadah, seperti sholat dan tawaf yang memang disyaratkan dalam keadaan suci.

Mandi wajib atau juga dikenal dengan mandi junub adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh secara merata. Termasuk rambut atau keramas

Lalu bagaimana dengan seseorang yang akan menjalankan ibadah puasa?

Orang dalam keadaan junub karena di malam hari mimpi basah atau telah melakukan hubungan, dan belum sempat mandi wajib sebelum waktu imsak, puasanya di siang hari tetap sah.

Selama syarat dan rukunnya terpenuhi.

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Mausu’atul Fiqhiyyah (16/55):

أَنْ يَغْتَسِل. فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ

Artinya: Orang yang memiliki hadats junub (hadats besar), sah melaksanakan puasa meski ia belum sempat mandi besar sampai pagi puasa. Siti ‘Aisyah dan Ummu Salamah pernah berkata, ‘Kami melihat Nabi Muhammad saw pagi-pagi masih memiliki hadats junub yang bukan karena mimpi basah, lalu beliau mandi besar dan tetap melaksanakan puasa.

Doa Mandi Puasa Ramadhan

Meski tidak wajib, mandi sunnah sebelum menjalankan puasa Ramadhan sangat baik dilakukan.

Nah, mandi puasa Ramadhan ini diawali dengan doa dengan niat untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual, serta memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menjalankan ibadah puasa.

Berikut adalah doa mandi puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya: “Aku berniat mandi hadas besar untuk menjalankan puasa Ramadhan.”

Usai membaca niat mandi puasa Ramadan, bisa melanjutkan prosesi mandi, yang mengikuti salah satu hadis

"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudu dengan wudu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Bukhari dan Muslim). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #mandi wajib #padusan #mandi keramas #ramadhan