RADARSOLO.COM- Bencana hidrometereologi bertubi-tubi melanda Solo Raya, Sabtu-Minggu (9-10/3/2024).
Longsor, banjir, dan angin puting beliung menerjang banyak titik di kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau ekstrawaspada. Sebab, BMKG Jateng memprediksi siklus hujan lebat dengan durasi panjang di Solo Raya masih bertahan hingga pertengahan April 2024.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Jawa Tengah Noor Jannah Indriyani mengungkapkan, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada Maret dan mulai berkurang saat memasuki April nanti.
“Awal April nanti, kawasan Pantura akan masuk musim kemarau. Tapi secara umum, wilayah lainnya masuk musim kemarau di dasarian tiga (termasuk Solo Raya, Red),” jelasnya, Minggu (10/3/2024).
Ditambahkan Noor, intensitas hujan di Solo Raya bagian utara, seperti Klaten Utara dan Boyolali, lalu wilayah pegunungan di Karanganyar, dan Sragen masih cukup tinggi.
Ancaman bencana hidrometeorologi antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang.
Informasi prakiraan cuaca tersebut telah disampaikan ke BPBD kabupaten/kota di Jateng.
“Informasi terkini selalu kami up to date ke masyarakat,” kata Noor. (ves/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono