Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lupa Baca Doa Niat Puasa Ramadhan pada Malam Hari, Sah atau Tidak Puasanya?

Syahaamah Fikria • Senin, 11 Maret 2024 | 21:58 WIB

Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa.

RADARSOLO.COM - Rukun ibadah puasa Ramadhan adalah diawali dengan niat, yakni lewat membaca doa niat puasa Ramadhan.

Rukun puasa Ramadhan delanjutnya adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Adapun doa niat puasa Ramadhan dibaca setiap malam di bulan Ramadhan.

Doa niat puasa ini dibaca pada malam hari untuk melaksanakan puasa esok harinya.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Mandi Keramas atau Padusan sebelum Puasa Ramadhan, Wajib atau Tidak?

Lantas, bagaimana jika seorang umat muslim lupa membaca doa niat puasa Ramadhan di malam hari? Apakah puasa itu tetap sah?

Dikutip dari nu.or.id memaparkan bahwa keterangan ini sebagaimana hadis Nabi saw: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Sebagaimana ibadah lain, niat menjadi rukun yang mesti dilakukan dalam puasa Ramadhan.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Padusan Jelang Puasa Ramadhan di Boyolali: Dulu Jadi Ritual Kesatria sebelum Berburu Kesaktian

Kata kuncinya adalah adanya maksud secara sengaja bahwa setelah terbit fajar akan menunaikan puasa.

Dilansir dari JawaPos.com yang mengutip nu.or.id, hadis Nabi SAW menyebut:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”(HR. Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Imam Syafi'i berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khathara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (al-Fiqh al-Islami, III, 1670-1678).

Baca Juga: Puasa juga Bermanfaat bagi Orang Punya Penyakit, Berikut Anjuran Dokter yang Perlu Diperhatikan

Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya (talaffudz) akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut.

Ada pendapat yang berbeda di kalangan ulama mengenai hukum lupa baca doa niat puasa Ramadhan.

Ada dua pendapat utama yang bisa disimak sebagai berikut, dikutip dari an-nur.ac.id:

1. Lupa Baca Doa Niat Puasa Ramadhan Tidak Sah

Pendapat yang menyatakan lupa baca doa niat, maka puasa Ramadhan tidak saha ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari Mazhab Maliki, Syafi'i.

Baca Juga: Jalankan 4 Tips Sederhana Ini Agar Tubuh Tetap Fit dan Segar saat Jalani Puasa Ramadhan

Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Jika seorang umat muslim lupa baca niat puasa Ramadhan pada malam hari, maka puasanya tidak sah.

Kemudian, seseorang itu harus mengganti puasanya di lain hari.

Pendapat ini didasarkan pada hadits bahwa barang siapa yang tidak menetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.

Baca Juga: Tertangkap Basah Sedang Pesta Narkoba, Tiga Pelaku Linglung dan Jawaban Ngelantur Saat Diinterogasi

Makan sahur tidak cukup untuk mengganti niat puasa.

Sebab, makan sahur hanyalah sunnah, bukan merupakan rukun puasa.

Meski puasanya tidak sah, bukan berarti boleh makan dan minum sepuasnya.

Seseorang tersebut tetap disyariatkan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa selama satu hari itu.

2. Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan Tetap Sah

Mazhab Hanafi dan sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa membaca doa niat puasa Ramadhan bisa dilakukan kapan saja.

Dengan syarat selama masih dalam waktu puasa. Yaitu muali dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Bagi seorang umat muslim yang lupa baca doa niat puasa Ramadhan di malam hari, tapi masih ingat dan berniat pada siang hari sebelum Dzuhur, maka puasanya tetap sah.

Baca Juga: Waduh, Angka Pernikahan Di Indonesia dan Solo Menurun Satu Dekade Terakhir: Ini Problem Yang Terjadi

Hal ini didasarkan pada kelonggaran waktu niat puasa, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits, seperti:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ صَائِمًا فَلْيُصِمْ وَمَنْ أصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُفْطِر

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa di antara kalian yang bangun pagi dalam keadaan berpuasa, maka hendaklah ia berpuasa. Dan barangsiapa yang bangun pagi dalam keadaan berbuka, maka hendaklah ia berbuka.” (HR Abu Dawud).

Hadis lain, yakni:

عن عائشة رضي الله عنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يدخل العشر ثم يقول من شاء فليصم ومن شاء فليفطر

Artinya: “Dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW biasa memasuki sepuluh hari terakhir (Ramadhan), kemudian beliau bersabda: Barang siapa yang mau berpuasa, maka hendaklah ia berpuasa. Dan barang siapa yang mau berbuka, maka hendaklah ia berbuka.” (HR Ahmad)

Baca Juga: Seribuan Pengunjung Padusan Ramadhan di Batu Seribu, Ini Daya Tariknya

Namun demikian, alangkah lebih baik dan aman jika umat muslim bisa membaca doa niat puasa Ramadhan di malam hari.

Bagaimana jika mengikuti pendapat kedua, yakni lupa baca doa niat puasa Ramadhan tetap sah selama masih berniat sebelum Dzuhur?

Maka seseorang itu harus benar-benar memastikan jika niatnya untuk berpuasa hari itu adalah dari hati.

Bukan sekadar ikut-ikutan untuk berpuasa Ramadhan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #Imam Syafi’i #mazhab maliki #malam #ramadhan #doa niat puasa #Mazhab Hanafi