Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

BMKG Sebut Terjadi 78 Gempa Susulan di Tuban: Rumah Warga dan Klenteng Rusak, Pasien RS Diungsikan ke Tenda

Syahaamah Fikria • Sabtu, 23 Maret 2024 | 05:57 WIB
Petugas memantau kondisi bangunan rumah yang roboh akibat gempa Tuban di Jalan Ngaglik Surabaya, Jumat (22/3/2024).
Petugas memantau kondisi bangunan rumah yang roboh akibat gempa Tuban di Jalan Ngaglik Surabaya, Jumat (22/3/2024).

RADARSOLO.COM - Gempa bumi yang terjadi di timur laut Tuban, Jawa Timur pada Jumat (22/3), terasa getarannya sampai ke sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIJ.

Pascagempa berkekuatan magnitudo 6 yang mengguncang pada pukul 11.22 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban menyebut terjadi 78 gempa susulan.

"Sampai saat ini masih ada gempa susulan dan tercatat 78 kali gempa susulan sampai jam 19.42 WIB," kata Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama, dilansir dari Antara.

Zem menyebut, ada tiga kali gempa yang getarannya dirasakan masyarakat, mengakibatkan kerusakan pada bangunan rumah.

Pertama adalah gempa utama berkekuatan magnitudo 6.

Kemudian, gempa susulan ke-6 yang berkekuatan magnitudo 5.3.

Lalu, gempa susulan yang ke-22 dengan magnitudo 6.5.

Sementara itu, Pusdalops BPBD Kabupaten Tuban mengatakan, rumah rusak akibat gempa Tuban terjadi di sejumlah wilayah.

Di antaranya enam rumah rusak sedang di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko.

Bangunan rumah roboh di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bangilan.

Selanjutnya, rumah milik warga yang rusak juga terjadi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; Desa Bejagung, Kecamatan Semanding; Desa Boncong, Kecamatan Bancar; dan Desa Lajolor, Kecamatan Singgahan.

Gempa juga mengakibatkan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban mengalami kerusakan, Seperti genteng dan atap rusak.

Terpisah, BPBD Kota Surabaya mendirikan tenda untuk ruang perawatan darurat di halaman Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) pascagempa Tuban.

"Untuk tenda yang didirikan di Rumah Sakit Unair sebagai bentuk kewaspadaan juga dari pihak rumah sakit, makanya kami dirikan tenda," kata Kepala BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro di Surabaya, Jumat.

Manajer Penunjang Medis Rumah Sakit Unair dr Cahyo Wibisono mengatakan, penempatan pasien di tenda dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan.

"Memang ada tingkatan bermacam-macam ada darurat sekali, yang ICU dan pasang inkubator, ada kedaruratan menengah, dan juga ada pasien-pasien anak-anaknya," papar dia.

Total pasien yang menjalani perawatan di luar gedung rumah sakit sementara berjumlah 160 orang.

Rinciannya, 60 pasien dari ICU, 80 orang pasien dewasa dan sisanya pasien anak-anak. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tuban #gempa susulan #gempa bumi #BMKG #gempa