RADARSOLO.COM-Kabupeten Sukoharjo memiliki jejak sejarah yang panjang dan mengagumkan.
Salah satunya wisata Kampung Kedunggudel, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo Kota, Kabupaten Sukoharjo.
Tidak sulit untuk mencari keberadaan kampung ini. Karena sudah memiliki ikon desa wisata dengan pusat kawasan berada di daerah Kedunggudel.
Daerah ini terkenal dengan komoditi batik, jenang, dan peninggalan sejarah masjid kuno yang erat kaitannya dengan jejak gerilya Pangeran Diponegoro masa penjajahan Belanda.
”Kondisi pedesaan yang masih alami, semakin memberikan nuansa desa kuno dengan bangunan arsitektur era kolonial dan Jawa. Itu membuat kampung ini menarik untuk dijadikan komoditas wisata,” kata Chris Broto pegiat pariwisata Sasmita Tour Travel.
Kampung Kedunggudel sangat menarik. Meski tak jauh dari pusat kota, namun potensi wisata berbasis alam dan budaya masih mendominasi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata edukasi.
Di kampung ini terdapat warisan budaya dunia yaitu batik.
Selain itu, bisa menjelajah budaya desa dengan metode experiential travel atau berbasis pengalaman dengan cara menyusuri kampung.
Dimulai dari situs budaya Masjid Darussalam, menyaksikan dan berbelanja di pasar tradisional yang masih otentik.
Kemudian edukasi arsitektural bangunan Jawa dan kolonial, mengunjungi dan terlibat dalam pembuatan batik tulis atau cap di salah satu perajinnya.
Ada pula membuat jenang khas Kedunggudel yang memiliki cara pembuatan unik dan jenis-jenis yang beragam.
”Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi kampung ini juga menjadi konten edukasi tentang sejarah Joko Tingkir,” katanya.
Kedunggudel menyimpan histori yang cukup menarik. Berdirinya kampung ini tak bisa lepas dari penyebaran ajaran Islam yang dilakukan para alim ulama di Jawa.
Banyak bukti bersejarah berupa masjid yang dibangun para alim ulama di Kampung Kedunggudel.
Kala itu, para alim ulama menyebarkan ajaran Islam melalui jalur Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan wilayah Solo hingga Gresik, Jawa Timur.
Sungai Bengawan Solo menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan Kedunggudel dengan beberapa daerah.
Bahkan, zaman dahulu pusat perekonomian Sukoharjo terletak di sekitar wilayah Kedunggudel.
Kala itu, aktivitas perekonomian dipusatkan di sekitar Kedunggudel lantaran berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo.
”Kampung Kedunggudel memiliki sejarah menarik yang harus dijaga dan dilestarikan. Hal ini tak ditemukan di desa lain di Sukoharjo,” kata dia. (kwl/adi)
Editor : Tri Wahyu Cahyono