RADARSOLO.COM – Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan meningkatkan amalan. Salah satunya iktikaf atau berdiam diri di masjid. Apa saja amalan yang bisa dikerjakan?
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling yang mulia karena mengandung banyak keutamaan-keutamaan di dalamnya. Salah satu keistimewaannya adalah malam Lailatul Qadr atau yang dikenal dengan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.
Malam Lailatul Qadr terjadi di tanggal ganjil dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Lailatul Qadr menjadi malam penting di bulan suci Ramadhan, sehingga tidak sembarang orang bisa meraih keutamaan di malam tersebut.
Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan semangat dan memaksimalkan amalan-amalan ibadah pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, termasuk dengan Iktikaf.
Secara bahasa, iktikaf adalah berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Dalam konteks ibadah, iktikaf memiliki arti berdiam diri dalam masjid untuk merenungkan segala perbuatan dan memohon ampunan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Hibban bahwa ibadah Iktikaf di sepuluh malam terakhir seperti beriktikaf bersama beliau.”Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).
Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta M. Nashirudin menjelaskan, setidaknya terdapat lima amalan yang bisa dilakukan ketika seorang muslim tengah beriktikaf. Di antaranya memperbanyak membaca Alquran dan melaksanakan salat sunah.
”Banyak berdoa, baik di dalam salat maupun di luar salat. Saat iktikaf tentu perbanyak berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” ucap Nashirudin, kemarin (31/3).
Dia menambahkan, iktikaf dapat dilakukan dengan membaca zikir untuk mengingat Allah seperti bacaan tahlil, tahmid, dan takbir baik diucapkan secara lisan maupun dalam hati.
”Selanjutnya, membaca buku-buku agama untuk menambah pengetahuan. Atau membaca buku biografi ulama untuk melembutkan hati,” imbuhnya. (zia/adi)
Editor : Adi Pras