Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Upaya Pemprov Jateng Jaga Stok Pangan dan Energi Selama Lebaran Terjamin, PJ Gubernur: Kami Siaga 24 Jam

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 2 April 2024 | 20:47 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana beri keterangan pers terkait stok pangan dan energi jelang Lebaran, Selasa (2/4/2024).
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana beri keterangan pers terkait stok pangan dan energi jelang Lebaran, Selasa (2/4/2024).

RADARSOLO.COM- Kebutuhan masyarakat jelang Lebaran dipastikan meningkat. Terutama untuk pangan dan energi.

“Kami mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Stok pangan dan energi (BBM, LPG, dan listrik) tercukupi,” ujar Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana di Semarang, Selasa (2/4/2024).

Diungkapkan Nana Sudjana, Pemprov Jateng bersama unsur forkompimda dan instansi terkait terus bersinergi memastikan distribusi kebutuhan pokok seperti sembako, BBM, gas, dan listrik berjalan dengan baik.

"Kami akan siaga 24 jam untuk menjaga distribusi bahan pangan dan energi. Kami menjamin ketersediaan pangan sampai selesai Idul Fitri," ujarnya.

Kepala Perum Bulog Regional Jateng-DIY Akhmad Kholisun mengatakan, pihaknya menyediakan stok beras yang cukup.

Saat ini stok beras di gudang Bulog Jateng-DIY sekitar 25.591 ton. Terdiri atas 19.588 ton beras di gudang wilayah Jawa Tengah dan 6.003 ton wilayah DIY.

“67.314 ton beras masih dalam perjalanan, jadi stok bisa mencapai 92.480 ton untuk Jateng-DIY. Penyalurannya 30 ribu ton per bulan, maka stok akan cukup sampai 3 bulan ke depan," katanya.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Aji Anom Purwasakti mengatakan, stok BBM dan elpiji dalam kondisi aman.

Stok ini selalu berubah setiap hari karena penyaluran dan suplai.

Kondisi per Senin, 1 April 2024, stok untuk elpiji sampai 4,7 hari (3.493 MT/hari); Pertalite 11,5 hari (18.582 KL/hari); Pertamax 30 hari (3.609 KL/hari).

Berikutnya, Pertamax Turbo 7,2 hari (67KL/hari), Solar 20,3 hari (4.978KL/hari), Pertamina Dex 29,9 hari (130KL/hari), dan Aftur 46,7 hari (262KL/hari).

"Kondisi aman dan berjalan lancar. Kami akan menjaga stok dalam kondisi aman," katanya.

Sementara itu, laju inflasi di Jawa Tengah saat ini masih terkendali meskipun ada tren naik dari sebelumnya.

Inflasi Jawa Tengah secara month to month (mom) 0,6 persen dan secara year on year (yoy) 3,4 persen. Angka itu masih dalam target yaitu maksimal 3,5 persen atau 2,5 persen ±1 persen.

Sebelumnya pada Februari secara month to month 0,54 persen dan nomor satu di Jawa. Tapi pada bulan Maret ini meskipun meningkat 0,6 persen, Jawa Tengah berada pada nomor tiga se-Jawa.

"Paling tinggi Jabar, kedua Banten, ketiga Jateng. Penurunan (peringkat) ini setelah kegiatan GPM yang kita lakukan bersama antara provinsi dan kabupaten/kota dan BI se-Jateng mampu menahan laju inflasi," beber Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra.

Peningkatan inflasi terjadi di tiga daerah, yaitu Rembang, Wonosobo, dan Wonogiri.

Harapannya ke depan Gerakan Pangan Murah (GPM) bisa dikonsentrasikan di tiga daerah itu.

“Inflasi tahun ini insya Allah bisa kita kendalikan. Penyumbangnya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras,” jelasnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pemprov #pj gubernur jateng #Nana Sudjana #energi #stok pangan