RADARSOLO.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai serangan panas alias heat stroke yang bisa muncul akibat cuaca panas.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, saat ini suhu rata-rata di Indonesia masih normal.
Yakni antara 34 sampai 36 derajat Celcius.
Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat tetap mewaspadai adanya gelombang panas atau heat wave yang melanda sejumlah nega di Asia.
Termasuk di Asia Tenggara, seperti Kamboja dan Thailand.
"Tentunya kita tetap harus mewaspadai adanya heat wave ini," ujar Nadia, Senin (6/5/2024).
Adapun, sebelumnya BMKG memastikan fenomena cuaca panas yang melanda Indonesia beberapa hari terakhir bukan merupakan gelombang panas atau heat wave.
"Secara karakteristik suhu panas terik harian yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari," ujar Deputi Meteorologi BMKG Guswanto.
Cara Hindari Heat Stroke
Serangan panas atau heat stroke berisiko terjadi pada orang-orang yang banyak beraktivitas pada siang hari.
Untuk itu, Kemenkes maupun BMKG menyarankan beberapa hal agar terhindar dari heat stroke, di antaranya yakni:
- Banyak minum agar tak dehidrasi
Nadia menyarankan kepada masyarajat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan untuk banyak minum air putih. Serta memastikan diri jangan sampai terjadi dehidrasi.
"Minum minimal 2 liter per hari. Kalau bisa setiap 1,5 sampai 2 jam itu kita minum air segelas," papar dia.
- Pakai topi atau baju lengan panjang
Saat beraktivitas di luar ruang, dianjurkan untuk menggunakan topi dan memakai baju lengan panjang.
Hal ini untuk melindungi kepala maupun tubuh agar tidak tersengat sinar matahari secara langsung.
- Upayakan di tempat teduh
Nadia mengatakan, saat cuaca panas dan benar-benar menyengat, upayakan untuk melakukan aktivitas di tempat yang teduh.
"Jangan memaksakan diri kalau cuaca sangat panas. Berhenti sejenak mungkin setengah jam untuk berteduh terlebih dahulu," tandas Nadia.
- Minimalkan waktu di bawah paparan matahari
BMKG merekomendasikan untuk meminimalkan waktu di bawah paparan matahari.
Yakni antara pukul 10.00 WIB – 16.00 WIB, usahakan untuk tidak berada di bawah paparan matahari dalam waktu lama.
- Oleskan tabir surya
Sebisa mungkin untuk mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30 + setiap dua jam untuk melindungi kulit. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria