Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lupa Baca Niat Puasa Arafah, Sah atau Tidak? Berikut Penjelasan dan Keutamaan Menunaikannya

Syahaamah Fikria • Kamis, 30 Mei 2024 | 04:02 WIB
Ilustrasi berdoa menanti malam Lailatul Qadar.
Ilustrasi berdoa menanti malam Lailatul Qadar.

RADARSOLO.COM - Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dijalankan umat muslim sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Atau setiap tanggal 9 Dzulhijjah.

Tahun ini berdasarkan kalender Hijriyah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag), Hari Raya Idul Adha 1445 jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Sehingga puasa Arafah di tahun ini dilaksanakan pada Minggu, 16 Juni 2024.

Puasa Arafah sehari sebelum Idul Adha, hukumnya sunnah bagi umat muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Sebagaimana ibadah lainnya, dalam menunaikan puasa Arafah, umat muslim diwajibkan membaca niat.

Niat puasa Arafah ini dibaca pada sehari sebelum puasa atau Sabtu, 15 Juni 2024, sejak terbenamnya matahari hingga Minggu, 16 Juni 2024 pada saat terbit fajar.

Niat Puasa Arafah

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Bagaimana jika ada seorang muslim yang pada malam hingga pagi hari lupa membaca niat puasa Arafah?

Dilansir dari NU Online, seorang muslim yang lupa atau belum membaca niat pada malam hingga terbit fajar, tetap boleh menjalankan ibadah puasa Arafah.

Dengan syarat, seseorang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Seperti makan, minum, maupun berhubungan badan sejak terbit fajar, hingga dia membaca niat.

Membaca niat ini boleh dilakukan hingga menjelang tergelincirnya matahari di hari puasa Arafah.

Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَال

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya:

"Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ."

Keutamaan Puasa Arafah

Meski hukum puasa Arafah adalah sunnah, namun umat muslim sangat dianjurkan menunaikannya.

Sebab, orang yang berpuasa Arafah mendapatkan dua keutamaan yang sangat menguntungkan.

 

1. Diampuni dosa-dosanya

Siapa yang berpuasa pada hari Arafah akan dihapuskan dua tahun dosa-dosanya. Yakni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

Mayoritas ulama berpendapat, dosa-dosa yang dihapus bagi yang menjalankan puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil.

Ini sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3.

2. Dibebaskan dari siksa api neraka

Orang yang menjalankan puasa pada hari Arafah akan dibebaskan dari segala macam siksa neraka.

Sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya:

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa arafah #idul adha #niat #sunnah