RADARSOLO.COM - Lebih dari 31 ribu orang telah menandatangani petisi di chage.org untuk menolak rencana pembangunan beach club oleh presenter kondang Raffi Ahmad di Gunungkidul, Yogyakarta.
Petisi "Tolak Pembangunan Resort Raffi Ahmad di Gunungkidul itu dibuat bukan tanpa alasan.
Sebelumnya, masyarakat ramai-ramai juga telah menyampaikan penolakan atas rencana Raffi Ahmad yang akan membuat beach club di Gunungkidul.
Sebab, pembangunan beach club oleh Raffi Ahmad itu dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan alam lantaran dibangun di atas lahan konservasi. Salah satunya memicu persoalan kekeringan.
"Kata WALHI Jogja, dampak negatif pembangunan resort di Gunungkidul berupa: kekeringan, krisis air bersih, kerusakan karst, serta banjir dan longsor." kata Muhammad Raafi, pembuat petisi.
"Kalau resort itu dibangun, pastinya yang banyak dapat keuntungan adalah investor dan pengusaha. Masyarakat cuma dapat yang ggak enaknya aja," imbuh dia.
Hingga Selasa (11/6) sore, petisi itu telah ditandatangani oleh lebih dari 31 ribu orang.
Diketahui, Raffi Ahmad berencana membangun beach club dan resort di Gunungkidul, Yogyakarta.
Proyek tempat hiburan itu digadang-gadang bakal menjadi yang terbesar di Indonesia.
Namun, proyek itu menuai reaksi keras dari masyarakat dan aktivis lingkungan hidup.
Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mengatakan, lokasi yang menjadi proyek beach club Raffi Ahmad itu nantinya berada di Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu.
"Padahal dalam Permen Nomor 17 tahun 2012, Kawasan Bentang Alam Karst merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian kawasan lindung nasional. Artinya, pemanfaatannya tidak boleh berpotensi merusak kawasan bentang alam karst," kata WALHI. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria