RADARSOLO.COM - Video viral para ABG putri yang membuat candaan soal anak Palestina saat makan di sebuah restoran cepat saji, menuai reaksi keras dari netizen.
Apalagi, mereka bercanda soal darah dan daging anak Palestina sambil menikmati makanan dari restoran cepat saji yang masuk daftar boikot imbas serangan Israel ke Palestina.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Disdik DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas para ABG tersebut.
Pihaknya akan memanggil mereka, termasuk keluarga masing-masing.
"Jadi kan ini ternyata memang SMP, yang lain juga ada kan gitu. Nah, kita nanti coba fasilitasi memanggil mereka. Disdik akan minta agar mereka juga minta maaf seperti itu," kata Budi, Selasa (11/6).
Berikut fakta-fakta sekelompok remaja SMP yang bikin video candaan soal anak Palestina saat makan di restoran cepat saji:
1. Dari InstaStoty Jadi Viral di Medsos
Dalam video terlihat empat ABG putri yang tengah makan di restoran cepat saji. Sementara satu ABG lainnya merekam video itu.
Rekaman dimulai dari salah seorang ABG itu yang menunjuk teman di sampingnya, yang tengah makan tulang ayam.
"Makan tulang anak-anak Palestina," kata remaja putri tersebut.
Video berpindah ke remaja putri lainnya.
Dia menunjukkan ayam yang sudah dicocol saus sambal dengan narasi serupa.
"Darah anak Palestina," ujar dia sembari disambut gelak tawa yang lainnya.
"Daging anak Palestina," lanjut dia.
"Ini bukan saus, darah anak Palestina," timpal yang lain.
Video yang diposting lewat InstaStory itu kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral.
2. Panen Hujatan Netizen
Video yang beredar luas di media sosial langsung banjir kecaman dari netizen.
Para remaja putri itu dianggap tak punya empati dan sudah sangat keterlaluan.
Sebab, di tengah aksi solidaritas dan perhatian dunia atas banyak korban warga Palestina karena genosida Israel, para ABG itu justru membuat candaan terhadap isu sensitif tersebut.
"Inilah pentingnya mengajarkan empati sedini mungkin...," tulis @kartikaputriworld
3. Pihak SMPN 216 Jakarta Beri Klarifikasi
SMPN 216 Jakarta buka suara melalui Instagram @smpn_216.
Pihak sekolah menyebut jika remaja putri yang merekam dan menggunggah video itu merupakan siswi SMPN 216 Jakarta.
Namun, empat remaja lain yang ada dalam video itu bukanlah siswi SMPN 216 Jakarta.
"Empat orang yang berada dalam video tersebut bukanlah peserta didik SMPN 216 Jakarta," demikian klarifikasi SMPN 216 Jakarta.
3. Pembuatan Video di Luar Jam Sekolah
Pihak SMPN 216 Jakarta menyebut, pembuatan video itu dilakukan di luar jam sekolah.
Tepatnya pada Minggu, 9 Juni 2024.
"Setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji," tulis pihak sekolah.
4. Pihak SMPN 216 Jakarta Bakal Panggil Siswanya
Pihak SMPN 216 menyampaikan telah memanggil siswanya yang terlibat.
Siwa tersebut dipanggil bersama orang tuanya.
"Mendesak yang bersangkutan untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan," tulis pihak sekolah.
Lebih lanjut, SMPN 216 Jakarta juga menyatakan jika pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi.
5. Jadi Perhatian Disdik DKI Jakarta
Kepala Disdik DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas para ABG tersebut dalam video viral itu.
Pihaknya akan memanggil para siswi SMP itu, bersama orang tua mereka.
"Kita nanti coba fasilitasi memanggil mereka. Disdik akan minta agar mereka juga minta maaf seperti itu," kata Budi.
Lebih lanjut, Budi sangat tidak membenarkan dan mengecam ulah empat ABG itu
"Kami mengecam perilaku dalam video. Dan kami sudah memanggil yang bersangkutan dan keluarganya untuk minta maaf," ujarnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria