RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI menggelar kegiatan workshop dan media gathering selama dua hari, Selasa-Rabu (11-12/6) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Melibatkan 26 media dari 13 kantor cabang BPJS Kesehatan di Jawa Tengah dan DIY.
Kegiatan diawali dengan mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yakni Klinik Pratama Eny, Selasa (11/6/2024).
Lokasinya di Mojosari Raya, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY.
Uniknya, pada bangunan utama berupa joglo yang dihiasi ornamen seni dan budaya Jawa terdapat pelayanan untuk poli umum.
Ada pula poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak (KIA) dan laboratorium.
Ditambah fasilitas apotek serta ruang tunggu pasien yang nyaman.
Hal yang menarik pada FKTP tersebut, kegiatan promosi kesehatan dilakukan melalui pendekatan kesenian tradisional.
Yakni pentas wayang yang dilaksanakan setiap malam minggu dengan durasi sekira 1 jam.
Ada pun lakon yang dimainkan berkaitan pencegahan berbagai penyakit melalui sejumlah tokoh wayang.
Promosi kesehatan dilakukan oleh Dalang Ki Sidik Mangun Carito atau Sidik Jatmika yang merupakan Direktur Utama Klinik Pratama Eny.
Penjelasan tentang kesehatan dan program JKN dilakukannya melalui sudut pandang dari enam agama.
Termasuk terkait progam pengelolaan penyakit kronis (Prolanis).
Selain itu, setiap tiga bulan sekali, juga digelar pentas srandul yang merupakan opera tradisional.
Memadukan unsur kesehatan, budaya dan agama yang dimainkan oleh tenaga kesehatan setempat.
Termasuk melibatkan masyarakat yang selama ini menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan FKTP-nya di Klinik Pratama Eny.
“Klinik Pratama Eny ini bukan sekadar tempat berobat. Namun merupakan inspiratif bagi para pengunjungnya,” ujar Direktur Utama Klinik Pratama Eny Sidik Jatmika.
“Apalagi pada FKTP kami juga memutar musik gamelan guna membangun suasana suka cita dan ketenangan jiwa pasien,” imbuhnya.
Sidik menjelaskan, peserta progam JKN BPJS Kesehatan di Klinik Pratama Eny per 8 Juni 2024 sebanyak 7.780 orang.
Dalam memberikan pelayanan tidak pernah membeda-bedakan antara pasien yang merupakan peserta JKN maupun umum.
Semuanya dilayani berdasarkan urutan antrean dan sesuai transformasi mutu pelayanan yang dilakukan BPJS Kesehatan, yakni mudah, cepat dan setara.
Usai mengunjungi Klinik Pratama Eny, rombongan awak media diajak ke Griya Persada Covention Hotel and Resort Kaliurang.
Adapun workshop mengangkat tema Transformasi Mutu Layanan Penyelenggaraan Program JKN di Jawa Tengah dan DIJ.
Menghadirkan tiga narasumber, yakni Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jateng-DIJ Mulyo Wibowo.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, dan perwakilan dari Klinik Pratama Eny dr. Solikah Ulfa Kesuma.
Baca Juga: Kenalkan Program Pesiar, BPJS Kesehatan Boyolali Sisir Wilayah Klaten: Ini Targetnya
“BPJS Kesehatan sudah memulai menggunakan identitas Tunggal, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ungkap Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jateng-DIY Mulyo Wibowo.
“Jadi bagi peserta JKN ketika hendak berobat cukup tunjukan NIK untuk mengakses layanan di seluruh jaringan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Ada pun jumlah peserta JKN di Jateng-DIY per 1 Juni 2024, Mulyo menyebutkan sejumlah 40.750.497 jiwa atau 97,38 persen.
Tersebar di 31 kabupaten maupun kota di Jawa Tengah dan lima kabupaten maupun kota di DIY yang berpredikat Universal Helth Coverage (UHC).
“Kolaborasi seluruh ekosistem JKN sangat diperlukan dalam mewujudkan tujuan program JKN. Termasuk untuk memastikan keberlangsungan program JKN untuk generasi penerus yang lebih unggul,” beber Mulyo. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono