RADARSOLO.COM - Kasus tewasnya Afif Maulana di kawasan Jembatan Sungai Kuranji menjadi viral.
Bahkan di media sosial, beragam akun ramai-ramai mengupload poster Rest In Peace Afif Maulana.
Pada kasus ini, LBH Padang pun langsung turun tangan. Mereka menyoroti kasus tersebut dan mengungkapkan bahwa ada dugaan Afif Maulana tewas lantaran mendapatkan penganiayaan dari pihak kepolisian.
Namun pernyataan dari LBH Padang ini kontras dengan apa yang diungkapkan oleh Polda Sumatera Barat (Sumbar).
Polda Sumbar mengungkapkan bahwa Afif Maulana tewas lantaran sengaja menceburkan dirinya ke sungai.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyo menerangkan bahwa saat itu memang sejumlah petugas kepolisian sedang berada di kawasan Jembatan Kuranji.
Kedatangan petugas kepolisian lantaran hendak melerai dua kelompok remaja yang hendak melakukan aksi tawuran.
Keterangan mengenai aksi Afif Maulana yang memutuskan untuk lompat ke sungai didapat Polda Sumbar dari rekan korban, Aditia atau A, yang sempat membonceng korban terakhir kalinya.
Aditia mengungkapkan kepada Polda Sumbar bahwa pada saat itu Afif Maulana sempat mengajaknya untuk mengamankan diri dari polisi dengan masuk ke sungai.
Dengan pengakuan yang didapat dari rekan korban sekaligus saksi itu, Polda Sumbar lantas membantah jika Afif Maulana disebut tewas karena dianiaya oknum polisi.
"Andai kata ditemukan bukti baru yang kemudian ada oknum anggota yang bertindak tidak sesuai SOP, pasti kami akan menegakkan hukum terhadap anggota kami yang menyimpang dari SOP," tegas Suharyo.
"Tetapi sejauh ini, anggota kami sudah menegakkan hukum maupun pencegahan ini dengan benar," sambungnya.
Dugaan penganiayaan ini disampaikan pertama kali oleh LBH Padang. Mereka mengatakan bahwa menurut keterangan A yang sempat membonceng korban di saat terakhirnya, motor yang dikendarai keduanya itu ditendang oleh polisi pada saat kejadian.
Afif Maulana kemudian terjatuh 2 meter jauhnya dari posisi A hingga ke pinggir jalan.
A kemudian dibawa ke Polsek Kuranji, sementara itu rekan korban itu melihat jika Afif Maulana sempat dikerumuni anggota polisi yang membawa rotan. (dam)
Editor : Damianus Bram